“Iman Mendatangkan Keselamatan”: Renungan, Selasa 7 Juli 2020

0
2641

Hari Biasa (H)

Hos. 8:4-7,11-13; Mzm.115:3-4,5-6,7ab-8,9,10-10; Mat.9:32-38

Dalam realitas kehidupan, kita dapat menemukan begitu banyak orang yang percaya kepada Allah. Tetapi ada juga yang sebaliknya. Ada yang percaya karena memang yakin bahwa Allah itu ada, tapi ada yang masih ragu-ragu. Ini mungkin karena mereka tidak melihat Allah secara langsung.

Injil hari ini menceritakan Yesus yang mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit. Tindakan itu membuat banyak orang menjadi percaya, meski-pun ada juga yang belum percaya. Dalam kisah itu diceritakan bagaimana orang Farisi tidak percaya kepada Yesus. Kata mereka: ”Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Hal tersebut menunjukkan adanya kebencian dalam diri mereka. Mereka tidak ingin orang lain berbuat sesuatu yang lebih dari apa yang mereka lakukan. Hal serupa juga senantiasa terjadi di dalam kehidupan kita. Ketika orang mau berbuat baik kepada orang yang memerlukan bantuan, kita tidak melihat itu sebagai kebaikan yang datang dari Tuhan. Kita malah berpikir bahwa orang itu melakukan tindakan seperti itu karena ada maunya. Mungkin dia melakukan itu karena ingin dikenal dan dilihat oleh banyak orang.

Memberi kepada orang yang membutuhkan bukan berarti mencari perhatian, melainkan menyalurkan kasih Allah yang ada di dalam diri kita masing-masing. Ketika kita memberi kepada orang yang membutuhkan, berarti kita telah melakukan apa yang pernah dikatakan oleh Yesus: “Jika kamu melakukan sesuatu kepada orang yang paling hina ini, itu kamu lakukan untuk-Ku.” Di masa-masa krisis seperti saat ini ada banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan. Tetapi orang-orang yang memberi bantuan hanyalah sedikit. Ini menunjukkan pula kurangnya kesadaran akan kehadiran Allah di dalam diri setiap manusia. Di dalam Injil dikatakan pula: “Tuaian memang banyak, tetapi sedikit-lah pekerja-nya”.

Bantuan bukan hanya berupa materi. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu meringankan beban orang. Dengan memberi kita dapat mengungkapkan iman kepercayaan kita bahwa Tuhan hadir dalam diri setiap orang. Dan kita yakin bahwa sebagai pekerja-pekerja Tuhan, kita diutus untuk bekerja di ladangnya. Pertanyaannya, apakah kita sudah membantu orang yang membutuhkan? Apakah kita sadar bahwa di dalam diri setiap orang ada Tuhan yang berdiam?

(Fr. Natalis Kelbulan)

Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat. 9:38).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu percaya pada-Mu di saat kami mengalami kesusahan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini