“Pergilah dan Beritakanlah!”: Renungan, Kamis 11 Juni 2020

0
1457

Pw S. Barnabas, Ras (M)

Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mzm. 98:2-3ab,3c-4,56; Mat. 10:7-13.

Sejak menerima Sakramen Pembaptisan, semua pengikut Kristus mendapat tugas yang sama. Tugas itu adalah menjalankan misi perutusan. Dalam berbagai bentuk dan situasi apapun, semua diutus untuk memberitakan kabar baik Kerajaan Allah yang telah dirintis oleh Putra-Nya, Yesus Kristus. Hal ini sudah dimulai oleh Yesus ketika Ia mengutus kedua belas murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta, dan mengusir setan-setan. Kedua belas murid sudah lama berada bersama Yesus. Mereka tinggal bersama Dia. Mereka mendengarkan sabda-Nya dan melihat berbagai mukjizat yang dilakukan-Nya. Sekarang saatnya mereka harus mandiri dan dengan penuh kepercayaan diri melakukan apa yang telah dibuat oleh Yesus, Guru mereka.

Hal menarik yang ditunjukkan yakni Yesus melarang mereka untuk membawa perlengkapan apa pun sebagai modal dalam perjalanan. Mereka tidak diperkenankan membawa emas, perak atau pun tembaga. Bekal, kasut dan tongkat pun tidak boleh dibawa serta. Demikian pun baju. Hal yang boleh dibawa yakni satu helai pakaian. Bukankah barang-barang tersebut merupakan hal mendasar dalam perjalanan? Mengapa Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk pergi mewartakan tanpa bekal-bekal yang mendasar tersebut?

Tentu Yesus punya alasan. Pertama, agar para rasul tidak pusing dengan kekurangan yang bakal mereka alami dalam tugas perutusan, karena dari sejak awal mereka telah dikondisikan dalam situasi yang sederhana. Dengan demikian, fokus mereka terarah pada tugas yang telah diberikan oleh Yesus.

Kedua, Yesus membangun keyakinan pada diri para rasul bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan kebaikan pula. Setiap pekerja patut mendapat upah. Hal yang dimaksudkan oleh Yesus yakni jika mereka menabur kebaikan pasti mereka akan menuai kebaikan dari banyak orang pula.

Ketiga, Yesus menanamkan dalam diri para rasul, rasa kepercayaan dan menggantungkan diri pada Dia yang memberikan perutusan. Sikap mengandalkan Tuhan, keyakinan akan penyertaan Yesus membuat mereka percaya diri dan tidak cemas dalam menghadapi setiap tantangan yang bakal mereka hadapi. Yesus sebagai Allah memberikan tangan-Nya kepada manusia, supaya manusia bisa menyampaikan permohonan mereka. Allah telah berinisiatif untuk menolong manusia. Apakah manusia akan menerima tawaran itu atau menolak tawaran itu?

(Fr. Thimoty Stevanus Tappi)

“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat” (Mat. 10:7).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, dampingilah aku senantiasa agar aku sanggup dan siap sedia menjalankan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadaku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini