Hari Biasa (H)
1Raj 18:20-39; Mzm 16:1-2a.4.5.8.11; Mat 5:17-19.
Setiap orang yang terlahir di dunia ini akan menjadi anggota dalam suatu kelompok baik itu kelompok kecil seperti keluarga, atau bahkan kelompok besar seperti negara. Pemimpin dan anggota kelompok akan berpegang pada aturan-aturan yang berlaku dalam kelompok tersebut untuk mencapai tujuan tertentu. Ketika seseorang melanggar, tidak mengakui atau bahkan menentang aturan-aturan itu, berarti dia bukanlah anggota dari kelompok tersebut.
Saudara sekalian, tindakan Elia dalam bacaan pertama membuat bangsa Israel percaya kepada Allah. Kepercayaan kepada Allah menjadikan mereka sebagai kelompok pengikut Allah. Dan konsekuensi atas itu, mereka harus menjalankan segala perintah dan aturan yang berasal dari Allah. Ketika mereka mampu hidup berdasarkan hukum dan aturan dari Allah maka janji Allah untuk menjadikan bangsa itu sebagai bangsa yang besar akan terpenuhi. Dan begitu sebaliknya, ketika mereka berpaling dari Allah, maka kebinasaan akan datang atas mereka.
Dalam Bacaan Injil, kehadiran Yesus yang adalah Anak Allah, tidak menghapus apa yang menjadi hukum dan aturan dari Allah. Dalam hal ini Hukum Taurat atau kitab para nabi. Kehadiran-Nya merupakan penggenapan dari hukum yang ada. Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Sebagai anggota pengikut Kristus, kita harus mengamalkan apa yang telah Ia ajarkan kepada kita. Ketika kita tidak menjalankan ajaran dan perintah Yesus, berarti kita bukan pengikut-Nya. Sebab mereka yang berani menyatakan diri sebagai pengikut Kristus harus mampu untuk menjalankan segala ajaran dan perintah-Nya. Bukan hanya menjalankan, tapi juga turut mewartakan ajaran dan aturan itu. Janji Yesus ketika orang mampu setia pada ajaran dan perintah-Nya ialah kebahagiaan di Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tertinggi di dalam Kerajaan Surga.
Gereja sebagai umat Allah harus senantiasa menjalankan ajaran dan aturan yang ada. Yesus sebagai pokok ajaran iman katolik harus menjadi pegangan dan pedoman hidup kita. Lebih dari itu, sebagai anggota Gereja, kita masing-masing punya tugas pewartaan. Kita harus bisa mewartakan apa yang kita imani. Panggilan yang kita hidupi bisa menjadi sarana untuk mewartakan ajaran Kristus.
(Fr. Andreas Masaroni)
“Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tertinggi di dalam Kerajaan Surga”(Mat. 5:19).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah aku untuk menjadi pengikut-Mu yang sejati. Amin.











