“Kristus Memerdekakan Kita”: Renungan, Rabu 1 April 2020

0
3960

Hari Biasa Pekan Prapaskah V (U)

Dan. 3:14-20.24-25.28; MT.Dan. 3:52.53.54.55.56; Yoh. 8:31-42

Dalam hidup ini, manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan dan tantangan.  Keduanya mengandung resiko dan konsekuensi. Hanya orang yang memegang prinsip akan kebenaran yang mampu bertindak adil dan benar. Kebenaran itulah yang akan memerdekakannya.

Raja Babel bernama Nebukadnezar berencana untuk memberikan kemerdekaan kepada tiga orang pemuda yakni Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jika mereka sujud menyembah kepada dewa yang dipuja olehnya dalam wujud patung. Tetapi, ketetapan dan keyakinan iman akan Allah tidak menggentarkan mereka bertiga untuk dengan mudah menyembah patung itu. Maka, geramlah raja Nebukadnezar dan segera menyuruh pasukannya membakar ketiga pemuda itu dalam perapian dengan badan yang terikat. Namun, kuasa Allah menyertai mereka. Para pemuda itu tidak terluka sama sekali. Malahan kelihatan di dalam api tersebut seperti ada seorang malaikat Allah bersama mereka. Melihat hal tersebut, Nebukadnezar mengungkapkan pengakuannya akan kuasa Allah yang menyertai para pemuda tersebut.

Injil hari ini pun mengisahkan hal yang hampir serupa. Bahwa Allah berkuasa memerdekakan siapa saja berkat Anak-Nya yang tunggal yakni Yesus Kristus. Ini ditegaskan sendiri oleh Yesus kepada orang-orang Yahudi. Di dalam Dia mereka akan merdeka dan mendapat selamat. Inti kemerdekaan yang dibawa oleh Yesus dapat terjadi ketika orang mendengar sabda Allah dan mengerjakan perintah-Nya.

Penegasan Yesus ini sungguh berdaya guna bukan hanya kepada orang-orang Yahudi pada waktu itu saja, tapi juga bagi kita sekarang ini. Bahwa di dalam hidup ini, manusia selalu berhadapan dengan pilihan. Apakah mau menyembah Tuhan atau menyembah tuhan-tuhan lain? Wujudnya bukan hanya patung berhala, tetapi juga dalam bentuk uang, kekuasaan, jabatan, popularitas, hasrat dan nafsu, yang membuat manusia jatuh dalam dosa. Yesus berkata: “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Itulah mengapa Yesus yang keluar dan datang dari Allah dan yang telah diutus oleh Bapa, Dialah yang akan memberikan kemerdekaan.

Adalah suatu panggilan bagi orang beriman untuk berbalik dari dosa menuju kepada kebenaran yakni mencari kemerdekaan di dalam Kristus. Hal yang utama dari segalanya ialah menuruti perintah Yesus: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

(Fr. Yanto Kansil)

“Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” (Yoh. 8:36)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami supaya mencari Kristus yang memberi kemerdakaan bagi kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini