“Keluarga Yesus”: Renungan, Selasa 24 September 2019

0
2763

Hari Biasa (H).

BcE Ezr. 6:7-8,12b, 14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a, 4b-5; Luk. 8:19-21

Saudara terkasih, keluarga yang sejati adalah keluarga yang saling mendengarkan dan menghormati, di tengah tantangan yang dihadapi. Orang tua menjadi teladan bagi anak-anak.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus dan sanak saudara-Nya. Yesus berkata, “Ibu-Ku dan saudara-saudari-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”. Maksud dari perkataan Yesus adalah keluarga-Nya tidak terbatas hanya pada orang-orang tertentu saja. Asalkan ia mau mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Yesus di hari ini menawarkan suatu kesempatan untuk menjadi anggota keluarga Allah.

Yesus hendak menunjukkan bahwa setiap orang yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya adalah keluarga-Nya. Sebagai bagian dari keluarga Yesus, mereka akan memperoleh imbalan karena telah mendengarkan dan melakukan firman Allah.

Dikisahkan juga ketika mereka hendak berjumpa dengan Yesus, mereka mengalami kesulitan. Karena ada banyak orang juga yang hendak berjumpa dengan Yesus. Hal ini hendak membuka lebar pandangan kita bahwa untuk menjadi anggota keluarga Yesus tidak berarti jauh dari kesulitan. Dalam proses mendengarkan firman Allah dan melakukannya kadang kita diperhadapkan dengan bergagai tantangan.

Muncul rasa malas untuk mendengarkan firman Allah. Gampang merasa putus asa karena telah berulang-ulang kali melakukan perintah Allah. Tetapi kenyataannya hidup tetap saja terasa sulit dan berat. Jalan keluar ketika diperhadapkan dengna tantangan seperti itu adalah melihat imbalan yang akan diterima sebagai anggota keluarga Yesus.

Memang tantangan selalu dihadapi. Tetapi yang harus diketahui dan yakini ketika orang bertahan dan melawan tantangan tersebut, yaitu ia akan menyadari ternyata bobot tantangan itu tidak seberapa dibandingkan imbalan yang akan diterima setelah melewati tantangan tersebut.

Saudara terkasih, jikalau ingin menjadi bagian dari keluarga Yesus, kika harus memenuhi syarat yang diberikan yaitu mendengarkan firman Allah dan melakukannya. Selalu ada tantangan untuk berjumpa dengan Yesus. Tetapi setiap orang yang berhasil melewati tantangan ialah orang yang paling berbahagia sebagai anggota keluarga Yesus.

Setelah menjadi anggota keluarga Yesus kita tidak hanya berjaya dengan apa yang telah kita peroleh. Tetapi tugas lain yang menjadi tanggungjawab kita adalah mengajak orang lain untuk berjumpa dengan Yesus. Sebab apa gunanya kita menikmati kebahagian tetapi melihat orang yang belum menjadi anggota keluarga Yesus terus-menerus berbuat dosa.

Fr. Fiki Panggola

“Ibu-Ku dan saudara-saudari-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk. 8:21).

Marilah Berdoa:Ya Tuhan, bantulah kami dalam usaha untuk menjadi anggota keluarga-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini