“Hidup Baru”: Renungan, Minggu 21 April 2019

0
2007

HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN (P)

Kis. 10:34a.37-43; Kol. 3:1-4; Yoh. 20:1-9.

Kebangkitan Tuhan Yesus tak jarang dipersoalkan. Apakah benar terjadi ? Bagaimana hal itu dibuktikan? Mengapa ada tulisan-tulisan yang berbeda dalam Injil sendiri tentang peristiwa kebangkitan itu?

Kebangkitan Tuhan Yesus memang sulit diterangkan. Karena peristiwa itu sendiri memang sulit dimengerti akal manusia. Akibatnya juga sulit diterima oleh nalar insani itu. Para penulis Injil sendiri tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kebangkitan Tuhan seperti yang diharapkan pikiran kita. Namun para penulis suci justeru menunjukkan satu hal yang lebih esensial, yaitu kebangkitan Tuhan Yesus telah membuat para murid Yesus menjadi manusia-manusia baru !

Para murid Yesus, seperti kata Rasul Paulus, « telah dibangkitkan bersama Kristus ». Mereka tidak lagi bingung dengan perkara duniawi yakni kepentingan diri, rasa benar sendiri, atau mau mempersalahkan orang lain. Mereka mencari « perkara yang di atas ».

Sikap dan cara hidup baru yang dialami dan ditunjukkan oleh para murid inilah yang membuat Petrus, seorang nelayan sederhana, sungguh berani berhadapan dengan Kornelius, seorang perwira Romawi yang berpendidikan tinggi. Tanpa takut dan gemetar Petrus mewartakan Kristus dan meyakinkan Kornelius dengan Berita Gembira ini.

Sikap dan cara hidup baru inilah yang mesti menjadi bukti dari kebangkitan Tuhan. Karena bukti inilah yang justeru lebih kuat dan perlu untuk dunia sekarang ini.

Sabda Tuhan dan perayaan Kebangkitan Tuhan mengingatkan kita bahwa persekutuan kita akan hidup dan dapat memberi kesaksian kepada dunia, termasuk dunia yang meminta pertanggungjawaban, kalau kita tetap bersatu, tidak terpaku dengan masa lalu saudara-saudara kita, tidak saling mempersalahkan satu dengan yang lain, tidak saling menuduh, tidak saling merasa yang paling benar.

Saudara-saudara, hari ini pandanglah setiap orang di samping kiri kanan, di muka belakang kita. Buanglah jauh-jauh pikiran-pikiran tentang kekurangan-kekurangan saudara-saudara kita. Ampunilah mereka jika mereka bersalah kepada kita. Mintalah maaf kalau kita sendiri bersalah kepada mereka. Karena kita mau hidup baru, mengayunkan langkah baru setelah Perayaan Paskah Meriah ini. Karena kita tahu bahwa bila kita saling menerima masa lalu sesama kita, saling mengampuni di dalam persekutuan kita sendiri, kita dapat menjadi pewarta kebangkitan Kristus. Pertobatan dan hidup yang baru sungguh dapat menjadi bukti kebangkitan Tuhan bagi dunia.

Kristus bangkit, Kristus mulia. Mari kita wartakan, dengan sikap, perkataan, dan perbuatan kita!

(Pst. Ventje Felix Runtulalo, Pr)

“Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung” (Yoh. 20:6-7).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, ubahlah dan jadikanlah hidupku sebagai kesaksian dan bukti nyata tentang kebangkitan-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini