“Betapa Beruntung”: Renungan, Minggu 16 Desember 2018

0
3440

HARI MINGGU ADVEN III (U)

Zef. 3:14-18a; Mzm. Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Flp. 4:4-7; Luk. 3:10-18.

Ketika seseorang yang kita rindukan hendak mengunjungi kita, tentu kita akan bersukacita. Rasa sukacita ini mendorong kita untuk buat rupa-rupa persiapan menyambut dia yang kita rindukan itu.

Hari ini kita memasuki Minggu Adven III. Minggu ini biasa disebut Minggu Gaudete atau Minggu sukacita. Kita bersukacita karena tidak lama lagi Natal tiba. Hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu hari penyelamatan Allah yang dinubuatkan oleh nabi Zefanya: Allah berkenan memaafkan kesalahan umat-Nya dan berkenan tinggal di antara umat-Nya. Bersorak-sorailah, bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati sebab Tuhan ada di antara kita, kata nabi Zefanya.

Lalu, apa yang harus kita persiapkan untuk menyambut Tuhan yang akan datang? Yohanes Pembaptis memberikan jawaban, yaitu berlaku adil dan jujur sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita, serta berbagi kelebihan kepada mereka yang berkekurangan. Selain kebaikan hati yang dinampakkan dalam perbuatan hidup sehari-hari, Rasul Paulus juga meminta kita untuk tetap mengandalkan Tuhan dan bersyukur selalu. Hal konkrit inilah yang mesti kita buat selama masa penantian. Inilah yang menjadi persiapan kita untuk menyambut Tuhan yang mau tinggal di antara kita.

Saudara yang terkasih, janji keselamatan Allah yang dinubuatkan oleh nabi Zefanya terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Ketika bangsa Israel mendengar janji keselamatan ini, mereka begitu bahagia dan bersorak-sorai. Jika saja bangsa Israel yang menerima janji itu masih hidup hingga saat ini, tentu mereka akan sangat bergembira ria. Mendengar janji itu saja, mereka menjadi girang gembira, apalagi jika janji itu terpenuhi? Tentu kegirangan mereka akan berlipat-lipat.

Betapa beruntungnya kita. Bangsa Israel menerima janji keselamatan itu, tetapi yang mengalaminya adalah kita. Allah tidak hanya tinggal di antara kita tetapi tinggal dalam diri kita secara pribadi, yaitu saat kita menerima komuni kudus. Karena itu kegembiraan dan sorak-sorai kita seharusnya melebihi bangsa Israel. Syukur kita seharusnya lebih hebat dari Israel. Dan apa yang dimintakan Yohanes Pembaptis dan Rasul Paulus untuk kita buat dalam menyambut Tuhan yang berkenan datang dan tinggal di antara kita, seharusnya kita buat dengan lebih sungguh-sungguh. Selamat mempersiapkan diri menyambut Natal.

(Fr. Jerry Torebelas).

“Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” (Luk. 3:10).

 

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku dapat mempersiapkan diri dengan lebih bersungguh-sungguh menyambut Engkau yang datang dan tinggal dalam diriku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini