“KASIH MEMBUAHKAN SUKACITA”: Renungan, Selasa 14 Mei 2024

0
744

Pesta S. Matias, Rasul (M). E.

Kis 1: 15-17. 20-26; Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8; Yoh 15:9-17

Dalam sebuah perjalanan hidup terdapat pergumulan dan tantangan yang dihadapi. Apa yang terjadi bahwa kehidupan itu adalah anugerah dari Allah sendiri. Dialah sumber kekuatan bagi umat manusia. Oleh karena itu, Yesus mengajak dan memerintahkan untuk saling mengasihi. Dengan cara tersebut Yesus hendak mengajak setiap orang dengan berkata, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah dalam kasih-Ku itu (Yoh. 15:9). Perintah tersebut mengajak kita bahwa seberat apapun perjalanan kehidupan, jika ia tinggal dalam kasih-Nya itu, maka ia akan merasakan sukacita yang luar biasa dalam kehidupan.

Dengan sukacita yang dialami ketika menjalankan perintah Tuhan, maka kesatuan kita dengan Allah membuahkan kasih akan Allah yang benar. Inilah yang dialami para murid ketika Yudas Iskariot mengkhianati Yesus. Dengan bersekutu dalam doa, mereka memohon bantuan ilahi agar dapat menggantikan posisi Yudas yang sementara kosong. Yang mendapat undian yakni Matias. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa Matias merupakan saksi dari kebangkitan Yesus sendiri. Pengalaman para murid ini setelah mengenal Yesus maka kasih yang mereka alami membuahkan sukacita yang penuh. Mereka dapat memilih rasul Matias untuk menjalankan tugas pelayanan untuk menjadi saksi akan Kristus yang bangkit. Namun pemilihan ini para murid serahkan semuanya pada Allah.

Pengenalan Matias tentang Yesus memberikan hubungan yang baik antara dirinya dan Allah. Inilah yang luar biasa dari Matias yang mampu menanggapi panggilan Allah, dengan kesiap-sediaannya dipakai oleh Allah sendiri dalam pewartaan akan kasih-Nya. Bacaan Injil pun memberikan suatu perintah di mana Allah benar-benar mengasihi kita. Oleh karena itu, setelah Allah sudah mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi. Inilah perintah-Ku: Kasihilah seorang akan yang lain (Yoh 15:17).

Dengan pengenalan yang kita alami dan perintah yang diberikan Yesus, kita dipanggil untuk membagikan warta kasih Kristus kepada banyak orang. Kesaksian iman yang menerangi pengenalan akan Kristus memberikan pewartaan kepada sesama yang dijumpai. Dengan tinggal dalam kasih-Nya itu, kita sebagai orang yang beriman akan mengalami sukacita dan kebahagian dalam hidup. Dengan demikian, kasih Allah memberikan kekuatan untuk menghadapi pergumulan hidup kita masing-masing.

(Fr. Frantosius Kadoang)

« Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu: tinggallah di dalam kasih-Ku itu » (Yoh. 15:9).

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarilah kami untuk saling mengasihi menurut kehendak-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini