HARI MINGGU PRAPASKAH I (U).
BcE Kej. 9:8-15; Mzm. 25:4b-5ab,6-7bc,8-9; 1Ptr. 3:18-22; Mrk. 1:12-15.
Seorang pemuda sebut saja Robert dan ayahnya Andre adalah pelaut di kampung halaman mereka. Pada suatu malam mereka pergi mencari ikan dan ketika tiba di lautan lepas, datang hujan deras, disertai dengan laut yang sedikit mengamuk, bergelombang. Robert dan ayahnya takut, bingung, cemas, bimbang karena mereka tidak melihat lagi daratan yang dapat dituju. Tidak ada tanda-tanda, harapan mereka semakin kecil dan mulai pasrah dengan semuanya. Namun dalam kebingungan dan ketidakpastian itu, akhirnya mereka menemukan cahaya yang mengarahkan tujuan mereka, yakni sebuah mercusuar sebagai penunjuk arah yang benar dan pasti.
Cerita sederhana di atas adalah kisah yang memiliki makna yang mendalam dan penuh arti, yakni menggambarkan bagaimana kita semua orang berdosa memutuskan untuk bertobat dan meninggalkan arah dan tujuan yang salah dan mengambil langkah yang benar ke arah dan tujuan yang benar agar kita memperoleh keselamatan. Mercusuar adalah gambaran dari Allah yang sangat mencintai kita semua, Ia selalu menjadi dasar, arah dan tujuan hidup kita bahkan ketika kita tersesat dan tidak tahu arah dan jalan untuk kembali. Ia adalah Allah yang setia, kita juga harus selalu setia dalam keadaan apapun.
Pada hari ini, bacaan-bacaan Kitab Suci mau mengajak kita semua untuk bertobat, setia pada kebenaran-kebenaran Allah agar Allah menyelamatkan kita semua. Bacaan pertama menceritakan tentang perjanjian antara Allah dan Nuh. Kesetiaan Nuh adalah cara hidup yang perlu kita contohi, kita teladani dan kita praktekkan dalam hidup kita. Kesetiaan Nuh kemudiaan ditegaskan dan disempurnakan oleh Yesus dalam ketaatan-Nya kepada Allah sampai Ia rela mati di Kayu Salib untuk menyelamatkan umat manusia. Maka, dalam surat pertama Petrus dikatakan bahwa “Sebab Kristus telah mati sekali untuk segala dosa, Ia yang benar untuk orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah;…” (1 Ptr. 3: 18). Nah, untuk sampai kepada Allah, kita harus bertobat. Penginjil Markus dalam ayatnya terakhir berkata: “Waktunya telah genap; kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percaya kepada Injil! ” (Mrk. 1: 15).
Kita semua diminta dan diajak untuk bertobat dan percaya kepada Injil. Bertobat berarti mengubah cara dan arah hidup kita yang tidak baik dalam perkataan dan perbuatan dan berubah menjadi pribadi-pribadi yang setia dan taat kepada Allah yang adalah kebenaran. Kita harus mengambil bagian dalam karya penyelamatan Yesus agar kita semua disempurnakan di dalam Allah melalui Yesus. Ketika kita sungguh-sungguh bertobat berarti kita mau memberikan dan menyerahkan diri kita sepenuhnya, seutuhnya dan secara total kepada jalan Tuhan yang telah direncanakan dengan baik dan benar dalam penyertaan dan bimbingan Roh Kudus yang ditutus oleh Allah Bapa melalui Yesus.
Dengan demikian, marilah kita semua mengutamakan pertobatan dalam hidup kita, kita selalu setia dan percaya kepada Injil yang adalah kabar gembira, kabar keselamatan yang adalah Yesus. Dialah yang hadir secara nyata dan memberikan keselamatan kepada kita semua yang bertobat.
(Redaksi)
“…Bertobatlah dan percaya kepada Injil! ” (Mrk. 1: 15).
Marilah berdoa:
Yesus sumber keselamatan kami, mampukanlah kami untuk selalu setia kepada-Mu. Amin











