“TUHAN HADIR DALAM ORANG HINA”: Renungan, Senin 19 Februari 2024

0
768

Hari Biasa pekan I Prapaskah (U)

Im.19:1-2,11-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46.

Mother Theresa pernah menceritakan kisah seorang pria yang diangkatnya dari kehidupan jalanan dan dibawa ke rumahnya. Saat itu, setengah tubuh pria tersebut sudah dimakan ulat dan belatung. Selama perawatan dari Ibu Teresa, pria itu mengungkapkan, “Saya pernah hidup seperti binatang di jalanan, tetapi sekarang saya akan meninggal seperti malaikat, dikelilingi kasih sayang dan perhatian.” Ibu Teresa kemudian berkata, “Saya sangat terkesan oleh kebesaran jiwa pria ini yang, meskipun menghadapi penderitaan, bisa berbicara dan menghadapi kematian dengan damai, tanpa menyalahkan orang lain atau lingkungannya, dan tanpa membanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain.”

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali sulit untuk membantu orang-orang yang berada dalam kondisi sulit. Kadang-kadang kita cenderung menghindarinya. Kita merasa enggan memberikan pertolongan kepada mereka, bahkan mungkin merasa tidak nyaman atau jijik. Namun, pada kenyataannya, itulah orang-orang yang paling dicintai oleh Allah. Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus menggunakan perumpamaan untuk mengajarkan kepada murid-murid-Nya agar memperlihatkan kepedulian terhadap mereka yang kelaparan, telanjang, haus, sakit, yang berada di penjara, orang asing, dan yang dianggap hina. Yesus menyatakan dengan jelas bahwa memberikan perhatian kepada mereka adalah syarat untuk mendapatkan kasih Allah pada hari penghakiman.

Allah memanggil dan memilih kita untuk mencintai sesama dengan kasih yang besar, melebihi kasih terhadap diri sendiri, bahkan bersedia mengorbankan diri demi kebaikan orang lain. Karena dalam diri mereka yang sakit, lumpuh, berada di penjara, atau dianggap hina, Allah hadir secara nyata. Seperti yang dinyatakan oleh Yesus, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kau telah melakukannya untuk Aku.”

Untuk mengekspresikan ketaatan dan kesetiaan kita kepada Allah, terutama selama masa Prapaskah, mari kita membantu sesama yang tengah mengalami penderitaan, sakit, atau duka. Mari kita mendekati mereka dengan membawa kasih Tuhan, memberikan dukungan emosional, dan berbicara dengan lembut serta penuh kasih sayang. Melalui tindakan ini, kita dapat menunjukkan bahwa Allah selalu hadir dalam kehidupan orang-orang yang mungkin tidak kita duga. Allah senantiasa menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui berbagai cara, bahkan dalam diri seseorang yang mungkin dianggap rendah.

(Fr. Mikael George Bekor)

 

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat. 25: 40)

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semakin mampu mengasihi orang lain dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini