“WARISAN DARI BERJAGA”: Renungan, Kamis 1 Desember 2023

0
941

Hari Biasa (H)

PW B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan, Martir

Dan. 7:2-14; MT Dan 3:75-81; Luk. 21:29-33

Pada saat masih bersekolah, saya sering menggunakan angkutan umum untuk pergi ke sekolah dan saat kembali ke rumah. Sarana transportasi tidak semudah seperti saat ini. Dalam pengalaman, saya pernah menunggu kendaraan selama hampir satu jam untuk mendapatkan kendaraan dengan jalur yang sesuai untuk tiba di rumah saya. Untuk bisa mengisi kegiatan menunggu tersebut, biasanya saya akan mencari orang sekitar untuk bercerita mengenai tempat tujuannya atau pun mengenai jumlah angkot yang sangat sedikit.

Bacaan pertama mengisahkan penglihatan Daniel mengenai kedatangan Mesias pada masa yang akan datang. Daniel mendapat penglihatan mengenai kedatangan hari Tuhan yang begitu dahsyat. Daniel juga melihat binatang-binatang yang luar biasa dengan segala kekuasaannya masing-masing. Namun, binatang-binatang itu dikalahkan oleh seorang Anak Manusia dengan kekuasaan-Nya.

Bacaan Injil mengisahkan persiapan akan datangnya Kerajaan Allah. Mengawali Sabda-Nya, Yesus memberikan perumpamaan untuk memperhatikan pohon ara yang bertunas atau pohon-pohon lainnya. Dengan memperhatikan pohon tersebut, maka dapat diketahui bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Pada bagian akhir sabda-Nya, Yesus menegaskan kekekalan sabda-Nya yang melampaui segala sesuatu yang ada di dunia.

 Bacaan-bacaan di atas berbicara mengenai kedatangan Anak Manusia. Pesan ilahi yang bisa terasa di telinga ialah berjaga-jaga. Berjaga-jaga bukan hanya saja berarti menunggu, melainkan juga mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyambut kedatangan Anak Manusia.

Menantikan Kerajaan Allah bukan berarti kita melepaskan kewajiban manusiawi kita. Sebaliknya, dalam tugas dan tanggung jawab harian, kita dipanggil untuk bisa mengupayakan hal-hal yang baik dan berguna bagi sesama. Menantikan Kerajaan Allah bukan menjadi alasan bagi kita untuk bersikap acuh tak acuh kepada orang-orang kecil di sekitar kita. Menantikan Kerajaan Allah bukan berarti kita menelantarkan tugas harian dengan berdoa sehari suntuk. Dengan melihat tanda-tanda “pohon ara”, kita diajak untuk bisa setia dan bijaksana di dalam hidup harian kita. Dan pada akhirnya, ketekunan kita untuk melaksanakan kebaikan dalam tugas harian di sekitar akan membawa warisan yang berharga bagi keselamatan kita dan bagi orang lain.

(Fr. Richi Sumampow)

 

 “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja” (Luk. 21:29).

Marilah Berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk bisa mengupayakan tugas dan tanggung jawab harian kami dengan sebaik-baiknya. Amin

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini