“DIPANGGIL DAN DIUTUS”: Renungan, Kamis 30 November 2023

0
867

Pesta St. Andreas Rasul (P)

Rm. 10:9-18; Mzm. 19: 2-3,4-5; Mat. 4: 18-22.

Hari ini kita merayakan Pesta St. Andras, Rasul. Injil hari ini berbicara tentang panggilan murid-murid Yesus yang pertama dan Rasul Andreas termasuk di dalamnya. Murid-murid pertama ini dipanggil oleh Yesus di tengah kesibukan keseharian mereka sebagai penjala ikan. Sangat menarik bahwa tanggapan atas panggilan itu secara langsung diterima oleh para murid bahkan dengan segera meninggalkan jala mereka dan mengikuti Dia. Akar yang mendasari pengikut Kristus diungkapkan dalam tanggapan langsung dalam perjumpaan pertama. Para murid tetap mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi,  menjadi murid dan teman sekerja yang setia, tekun mendengarkan sabdaNya, siap sedia menjalankan tugas perutusan.

Yesus membawa pesan-pesan yang sama bagi kita semua yang sudah dipanggil untuk menjadi pengikutNya dan telah menjawab ajakan Yesus itu. Tuhan menjumpai kita dalam setiap pengalaman kehidupan yang kita jalani terutama dalam kehidupan keseharian. Kadang panggilan itu tidak segera ditanggapi karena kesibukan dalam pekerjaan, tanggung jawab dalam keluarga, atau tugas-tugas tertentu sebagai masyarakat. Kesadaran akan panggilan Allah dalam kehidupan ditentukan atas pengenalan yang mengakar dalam pribadi itu sendiri. Rasul Paulus menegaskan hal tersebut dalam surat-nya kepada jemaat di Roma bahwa siapa yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan percaya dalam hati akan Yesus tentu akan diselamatkan.

Yesus tidak memandang status, jabatan, pengaruh, kekayaan serta mereka yang memiliki ketenaran atau kekuasaan dalam memilih para pengikutNya. Bahkan para murid adalah orang-orang biasa yang tidak mempunyai posisi penting dalam masyarakat, tetapi dipilih oleh Yesus untuk melakukan hal-hal luar biasa bagi kemuliaan KerajaanNya. Jelaslah bahwa kualitas pribadi dalam menanggapi panggilan Allah sebagai dasar perutusan. Sehingga bukan materi atau kedudukan yang yang perlu kita miliki, melainkan kemampuan bekerja sama dengan Allah dalam bimbingan Roh Kudus untuk menerangi orang-orang di sekitar kita.

Percayalah bahwa Tuhan bekerja melalui kita masing-masing untuk membawa sukacita Injil kepada orang lain melalui cara hidup, perkataan yang bijak, dan pikiran-pikiran yang membangun persekutuan Umat Allah. Cara paling sederhana yang dapat kita lakukan secara nyata, misalnya berdoa bagi keluarga, tetangga, rekan kerja, kerabat atau kenalan, agar mereka senantiasa mengenal Kristus secara utuh dan bertumbuh dalam iman dan kasih akan Kristus. Agar kita pun sekata dengan pemazmur, “Di seluruh bumi bergemalah suara mereka”.

(Fr. Leon Ze)

“Mari, ikutilah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah kami agar menjadi pengikutMu yang setia dan mampu mewartakan kasihMu bagi banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini