“SIAP MENGIKUTI YESUS”: Renungan, Rabu 4 Oktober 2023

0
1017

S. Fransiskus Asisi (P).

Neh. 2: 1-8; Mzm. 137:1-2,3,4-5; Luk. 9:57-62

Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Fransiskus dari Asisi. Ia adalah orang kudus yang dengan luar biasa memberikan teladan perihal bagaimana mengikuti Yesus. Santo Fransiskus rela menanggalkan semua yang ada padanya demi mengikuti Yesus dan mewartakan Injil. Kisah hidup Santo Fransiskus sungguh patut diteladani oleh semua orang yang mau mengikuti Yesus.

Injil hari ini pun berbicara mengenai hal mengikut Yesus. Dalam Injil dikisahkan percakapan antara Yesus dengan tiga orang yang berbeda. Ketiga orang yang berbicara dengan Yesus itu memiliki pengungkapan atau alasan masing-masing perihal mengikuti Yesus. Yesus juga memberikan tanggapanNya yang menarik berkaitan dengan ungkapan atau alasan yang mereka sampaikan itu. Jika direfleksikan, jawaban atau tanggapan balik dari Yesus hendak mengungkapkan kualitas hati yang harus dimiliki sebagai seorang pengikut Kristus. Kualitas hati yang mau mengungkapkan totalitas sebagai seorang pengikut Kristus. Kualitas hati yang mau mengungkapkan kesungguhan dalam menanggapi panggilan Tuhan.

Apa yang dapat direfleksikan dari perkataan Yesus dalam Injil hari ini? Tentu ada makna yang sangat besar di balik penegasan Yesus ini. Penegasan Yesus ini dapat dimengerti bahwa untuk mengikuti Yesus benar-benar dibutuhkan kesiap-sediaan dan kerelaan hati untuk meninggalkan semua yang dimiliki; dibutuhkan juga keyakinan, serta fokus pada panggilan Tuhan. Contoh konkret perihal mengikuti Yesus yang sesuai dengan amanat Injil ditunjukkan oleh santo Fransiskus Asisi yang diperingati oleh Gereja hari ini. Santo Fransiskus dengan sungguh mau meninggalkan segala yang menjadi miliknya bahkan ia mau melepaskan harta warisannya dan memutuskan untuk mengikuti Yesus. Hasilnya ialah banyak orang yang tertarik dengan cara hidup santo Fransiskus.

Kisah hidup santo Fransiskus Asisi dan terlebih Injil hari ini menjadi bahan permenungan yang sangat indah dan menginspirasi. Akankah manusia dalam menanggapi panggilan Tuhan tidak terlalu memfokuskan diri pada hal-hal duniawi? Apakah kemajuan atau kemudahan yang dimiliki dapat mengganggu fokus umat beriman dalam menanggapi panggilan Tuhan? Apakah kita sungguh siap menjadi pengikut Yesus yang sejati?

(Fr. Novenri Andreas Sailang)

“Setiap orang yang sudah siap membajak namun menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk.9:62)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami sungguh siap dan fokus dalam menanggapi panggilanMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini