1 Tes. 3: 7 – 13; Mzm. 90: 3 – 4, 12 – 13, 14, 17; Mat. 24: 42 – 51
Dalam hidup terkadang ada rupa-rupa hal yang dapat terjadi secara tak terduga tanpa kita sadari dan ketahui. Ada banyak tantangan dan rintangan yang hendak menguji iman tanpa diprediksi kapan hal itu akan menimpa kita. Pertanyaannya, apakah kita sudah dalam keadaan siap ketika hal itu tiba?
Dalam bacaan Injil dikisahkan tentang perintah Yesus kepada murid-murid untuk selalu siap sedia dalam situasi apapun, sebab mereka tidak tahu kapan dan pada hari mana Tuhan datang. Yesus menjelaskannya dengan memberikan contoh seorang tuan rumah yang mempersiapkan segala sesuatu untuk menjaga segala kepunyaannya bilamana pencuri datang. Tak hanya itu, Yesus menegaskannya kembali terhadap perumpamaan mengenai hamba yang baik dan jahat. Hamba yang baik diberikan tanggung jawab yang besar karena melaksanakan segala perintah yang diberikan sampai tuannya datang. Berbeda dengan hamba yang jahat, ia dibuang dan dibunuh karena didapati tidak melakukan segala yang diperintahkan tuannya.
Dari keseluruhan kisah di atas, Yesus sebenarnya mau menekankan sikap untuk senantiasa siap sedia dan terus berjaga-jaga sampai saat kedatangannya yang kedua. Pertama, mengapa kira harus siap sedia? Sabda akan kedatangan Yesus yang kedua memberi tanda kepada kita bahwa hari itu pasti akan tiba. Soal waktu memang tidak ada yang tahu, tetapi menjadi suatu hal yang pasti bahwa apabila saat itu tiba hati kita sudah harus dalam keadaan siap untuk menyambutnya. Karena itu, yang mesti kita buat ialah: berpegang teguh dalam iman dan melaksanakan segala ketetapan Tuhan. Kedua, mengapa kita harus berjaga-jaga? Kesiapan hati membantu kita untuk senantiasa menjaga segala kebaikan yang kita usahakan. Untuk itu, kita diajak pula untuk berjaga-jaga dalam doa dan pengharapan. Sebab, doa yang tulus akan membuat kita kuat melawan segala yang jahat. Karena, dalam doa terselip harapan yang pasti akan keselamatan dari Allah. Dengan demikian, segala perbuatan baik, harapan yang ikhlas atas doa-doa kita dan kepasrahan iman kita terhadap Tuhan akan membawa kita pada kebahagiaan yang kekal bilamana Tuhan datang.
(Fr. Juventus Yosep Rahangiar)
“Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24:42)
Doa:
Ya Tuhan, buatlah kami untuk selalu setia bertekun dalam doa dan melaksanakan apa yang menjadi perintah-Mu, supaya ketika Engkau datang kami sudah dalam keadaan siap. Amin.











