Hari Biasa (H)
Im. 25:1, 8-17; Mzm. 67:2-3, 5, 7-8; Mat. 14:1-12
Pepatah kuno yang mengatakan: “Lebih baik teguran yang nyata daripada kasih yang tersembunyi.” Kalimat ini mau menunjukkan bahwa teguran akan hal yang baik merupakan suatu tindakan kasih terhadap sesama. Namun dalam dunia dewasa ini, banyak orang yang sangat sulit untuk menegur sesuatu yang salah. Banyak orang yang masih takut untuk mengatakan kebenaran. Terlebih menegur orang yang mempunyai jabatan atau kekuasaan yang melakukan kesalahan, maka orang sangat sulit untuk menegur apa yang dilakukannya itu.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk tidak takut dalam menegur orang yang melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik. Bahkan kita diajak untuk tidak takut dalam menegur orang yang berkuasa dan mempunyai jabatan sekaligus. Ketika Herodes Raja negeri itu mengambil Herodias, istri Filipus saudaranya, maka Yohanes menegurnya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Yohanes tidak takut untuk menegur Herodes karena perbuatannya yang tidak pantas itu. Tindakan Yohanes ini mengajak kita untuk tidak pernah takut mengatakan suatu kebenaran. Teguran yang disampaikannya ini merupakan suatu perbuatan kasih akan saudaranya. Perbuatannya ini mau menyatakan bahwa ia mau Herodes dapat berbuat baik dan menjauhkan diri dari tindakan yang tidak baik dan benar. Ia mengajak kita untuk tidak perlu takut dengan konsekuensi dari tindakan tersebut. Karena yang terpenting dari perbuatan kita untuk menyatakan kebenaran adalah supaya orang tersebut dapat berubah menjadi lebih baik lagi. Walaupun konsekuensi dari tindakan Yohanes tersebut adalah kematian, dia tetap tidak takut. Karena yang terpenting adalah kebenaran itu disampaikan.
Dalam dunia dewasa saat ini, sangat sulit untuk mengatakan kebenaran, terlebih jika kita harus menegur orang lain yang melakukan kesalahan atau bertindak tidak benar. Terlebih jika yang melakukan hal tersebut adalah atasan kita atau orang yang mempunyai kedudukan atau kekuasaan. Hal ini akan berdampak bagi kehidupan, karir, atau bahkan jabatan dalam pekerjaan kita, karena teguran yang kita sampaikan. Namun dalam bacaan Injil hari ini, Yohanes Pembaptis mengajak kita untuk tidak takut melakukan kebenaran dalam kehidupan ini, walaupun konsekuensi yang harus kita terima membuat kita menderita. Karena ketika kita mampu untuk melakukan kebaikan dan menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita pun ikut mewartakan kebaikan Tuhan kepada mereka.
(Fr. Silvianus F. Bentalen)
“Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN Allahmu.”(Im. 25:17)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami untuk tidak takut menyampaikan kebenaran dan selalu dapat berbuat baik kepada sesama kami. Amin.











