“Percayalah”: Renungan, Selasa 07 Agustus 2018

0
2639

Hari Biasa (H)

Yer. 30:1-2,12-15,18-22; Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23; Mat. 14:22-36

Setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti akan mengalami tantangan dalam hidupnya. Tantangan yang dihadapi seringkali merupakan ujian untuk iman kita. Sama halnya ketika ketika bersekolah. Ketika kita ingin melewati satu tahapan, pasti guru atau dosen akan memberikan ujian kepada kita.

Ujian diberikan untuk melihat apakah kita tetap belajar dan bertahan atau tidak. Mereka yang belajar dengan baik memiliki kemungkinan berhasil yang lebih besar daripada mereka yang tidak belajar. Maka tidak heran di sekolah kita selalu diingatkan untuk belajar.

Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini berbicara tentang Yesus yang merencanakan sesuatu untuk pada murid-Nya. Rencana itu sungguh nampak ketika Yesus menyuruh para murid untuk mendahului-Nya ke seberang. Mengapa Yesus tidak bersama-sama dengan para murid? Karena Yesus ingin melihat tingkat kepercayaan para murid kepada-Nya.

Yesus pasti mengetahui bahwa perahu para murid akan diombang-ambingkan oleh taufan. Peristiwa perahu diombang-ambingkan, ketakutan para murid dan Petrus tenggelam merupakan sebuah rangkaian peristiwa yang dialami oleh para murid sebagai sebuah ujian iman untuk mereka. Petrus yang ragu pada Yesus akhirnya tenggelam. Tetapi akhirnya ia kembali percaya kepada Yesus setelah melihat bahwa Yesus tetap berdiri kokoh di atas air dan meredahkan angin taufan. Setelah sampai di seberang Yesus juga menyembuhkan orang-orang sakit.

Peristiwa Yesus memberi makan, menolong saat para murid dalam bahaya dan menyembuhkan orang sakit, menunjukkan kepada kita bahwa Yesus adalah seorang penolong sejati. Namun yang Yesus harapkan dari kita adalah pemberian diri yang total kepada-Nya. Percaya bahwa Yesus adalah Sang Penolong. Yesus tidak hanya memberikan pertolongan bagi kedua belas rasul tetapi juga kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Dalam hidup kita belajar dengan baik dengan harapan agar bisa berhasil. Hal ini sama dengan kepercayaan. Jika kita ingin mendapat pertolongan dan berhasil menjadi murid Yesus, maka kita juga harus percaya kepada-Nya. Orang yang belajar dengan baik akan mendapat nilai yang baik pula. Begitu juga dengan orang yang selalu percaya kepada Yesus akan mendapat pertolongan dalam hidupnya.

Yesus tak akan pernah membiarkan kita. Yesus akan membantu saat kita mengalami kelaparan dengan memberikan roti dan anggur sebagai makanan rohani. Yesus akan menolong kita ketika dalam bahaya. Yesus akan mendampingi dan menyembuhkan saat kita sedang sakit. Asalkan kita selalu percaya kepada Yesus, Sang Penolong sejati.

(Fr. Fiki Panggola)

“Sesungguhnya Engkau Anak Allah” (Mat. 14:32).

Marilah berdoa:

Ya Allah bantulah kami untuk selalu percaya kepada PuteraMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini