Pw S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, Im (P)
Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Mat. 15:21-28
Hari ini Gereja merayakan peringatan Santo Dominikus, seorang imam, Pendiri Ordo Pengkhotbah. Santo Dominikus adalah pelindung bagi para ibu yang berharap, juga merupakan tokoh yang melawan bidaah untuk mempertahankan iman Gereja.
Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Santo Dominikus sungguh-sungguh memberikan warna yang cerah bagi Gereja. Ia tidak takut untuk melawan bidaah, malahan dengan hati yang teguh ia memperjuangkan, agar semua orang dapat kembali kepada iman yang benar.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan perempuan Kanaan yang sungguh percaya kepada Yesus. Perempuan itu menampilkan sikap rendah hati dengan penuh harapan, agar anaknya bisa pulih kembali karena kerasukan setan. Hal ini menunjukkan suatu sikap yang tidak putus asa dari perempuan Kanaan.
Ia memiliki harapan yang sungguh besar, yang mendatangkan sukacita yang luar biasa baginya. Yesus tergerak hati dan dengan belas kasih Yesus menyembuhkan anaknya yang kerasukan setan.
Sikap perempuan Kanaan itu juga menampilkan suatu harapan yang didorong oleh iman akan Yesus. Sehingga dengan iman yang teguh, ia tidak lari dari persoalan yang dihadapinya, tetapi ia menunjukkan sikap yang rendah hati kepada Yesus. Karena itu, Yesus pun tak membiarkannya.
Setiap harapan tentunya menuntut sikap terbuka dan rendah hati. Apa yang dialami oleh Santo Dominikus dan perempuan Kanaan tersebut, sesungguhnya merupakan suatu peristiwa iman yang tidak mudah. Tetapi kedua tokoh tersebut begitu luar biasa.
Mereka tidak mundur karena peristiwa yang tidak menyenangkan. Malahan, mereka membuktikan bahwa mereka bisa bertahan dalam kesulitan apapun yang mereka alami. Akhirnya mereka sungguh bersukacita karena bisa merasakan kasih dari Kristus sendiri.
Dalam hidup, kita semua tidak lepas dari berbagai persoalan. Kisah dari Santo Dominikus dan perempuan Kanaan mengajarkan kita untuk tidak cepat putus asa atau gampang menyerah. Tetapi kita harus senantiasa berpegang, bersandar dan selalu berharap kepada Yesus. Niscaya kita akan menerima berkat dan bersukacita atas kebaikan dan kasih Allah kepada kita.
(Fr. Fransiskus Gio)
“Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud” (Mat. 15:22).
Marilah berdoa:
Ya Bapa, bantulah aku untuk selalu berpegang teguh kepadaMu. Amin











