“SETIA TERHADAP TUGAS”: Renungan, Sabtu 27 Mei 2023

0
1462

Hari Biasa Pekan Paskah VII

Kis. 28:16-20.30-31; Mzm. 11:4.5.7; Yoh. 16:7.13

Kebahagiaan yang diraih orang lain tak jarang dipandang sebagai bentuk dari kehancuran diri sendiri. Demikianlah pandangan orang-orang yang cenderung pesimis. Hal ini dikarenakan manusia lebih suka mengurus kehidupan orang lain dari pada mengurus diri sendiri. Sama halnya dengan tugas yang diberikan kepada seseorang yang seringkali disepelekan karena sibuk memikirkan urusan orang lain. Alhasil manusia selalu dipenuhi dengan keegoisan dan selalu terjerumus dalam persoalan-persoalan duniawi yang berujung pada kehancuran.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menfokuskan perhatian pada tugas dan tanggung jawab yang diembankan, dan tidak mengurus kehidupan orang lain. Mengapa demikian karena itulah yang diharapkan Yesus kepada kita. Sebagai orang yang beriman kepada Tuhan kita diajak untuk selalu menuntaskan keimanan kita kepada-Nya, baik dalam tindakan, perbuatan dan kata-kata yang diucapkan, agar iman yang kita hidupi tidak sebatas nama belaka tetapi menghasilkan buah-buah yang bermakna.

Dalam Kisah Para Rasul mengisahkan tentang Paulus seorang yang saleh dan taat terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai hamba Allah yang setia untuk mewartakan kerajaan Allah ke seluruh dunia. Nampak lewat kedatangannya di Roma untuk melanjutkan misi pewartaan Allah. Hal ini menunjukkan kesadaran akan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam melayani dan memberitakan kebenaran bagi orang lain sehingga misi pewartaan tentang kebenaran menyebar ke seluruh dunia. Dalam Injil Yohanes, hal serupa pun ditekankan kembali terkait tugas dan tanggung jawab. Hal ini nampak lewat perkataan Yesus kepada Petrus untuk tetap fokus akan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dan tidak mengurus kehidupan orang lain. Bermula dari Petrus yang mempertanyakan tentang murid yang dikasihi-Nya yang kemudian ditanggapi Yesus. Perkataan Yesus ini secara jelas menegur Petrus untuk tidak sibuk dengan mempertanyakan kehidupan orang lain, tetapi melakukan apa yang perlu untuk dilakukan.

Dalam hidup kita seringkali memposisikan diri kita sebagai Petrus. Kita sibuk mencari kesalahan orang lain sehingga kesalahan kita sendiri tidak kita lihat. Karena itu Pribadi Yesus Kristus dan Paulus menjadi contoh yang baik untuk kita teladani. Satu hal yang perlu kita lakukan untuk tetap berada dalam kebenaran adalah dengan hidup setia. Jika kita setia terhadap segala hal maka niscaya kita akan memperoleh rahmat yang berlimpah dari Tuhan.

(Fr. Ubaldus Melsasail)

“Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya” (Mzm. 11:7)

Doa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu menuntaskan tugas dan tanggung jawab yang diembankan sehingga kami beroleh rahmat dan berkat yang berlimpa dari pada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini