“KASIH ORANG KRISTEN”: Renungan, Minggu 14 Mei 2023

0
1736

Hari Minggu Paskah VI (P).

Kis. 8:5-8, 14-17; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20; 1Ptr. 3:15-18; Yoh. 14:15-21.

Jiwa yang gelisah menjadi tenang karena kasih. Orang asing menjadi kawan karena kasih. Dosa sebesar apapun dapat diampuni karena kasih. Tuhan sangat mencintai dan mengasihi umat-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan pun selalu ada dan membuka diri untuk umat-Nya yang memohon ampun pada-Nya. Oleh karena itu, janganlah kuatir dan jangan pernah menyerah atau putus asa untuk hidup ini, karena Tuhan selau ada dan terus mengasihi umat-Nya yang datang dan melakukan perintah-Nya.

Dua minggu lagi kita akan merayakan Hari Raya Pentakosta, yakni kedatangan Roh Kudus. Namun, hari minggu ini Injil Yohanes sudah mulai memberikan keterangan kepada kita tentang penghibur yang menjadi penolong atas perjalanan kehidupan umat manusia. Dalam injil, Yesus menegaskan kepada kita: “jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. Inilah yang menjadi kekuatan kita di mana kasih itu membuktikan bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Namun kasih akan Allah harus melakukan apa yang menjadi perintah-Nya. Perintah tersebut kalau dilakukan menurut kehendak-Nya, penolong yakni Roh Kebenaran akan selalu menyertai langka perjalanan kehidupan kita sampai selama-lamanya.

Yesus Kristus adalah penolong sekaligus membebaskan umat-Nya dari belenggu keberdosaan. Petrus dalam bacaan kedua menyuarakan bahwa “kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggungjawaban kepada setiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu”. Perkataan Petrus ini memberikan suatu penegasan bahwa landasan sebagai orang kristiani yang mengikuti Kristus harus saling mengasihi di mana Kristus ada di hati kita sebagai Tuhan yang sudah terlebih dahulu mengasihi kita umat-Nya. Oleh karena itu, memegang perintah dari pemegang kasih dan melakukannya, maka perbuatan kasih yang ada dalam diri kita akan kelihatan bahwa dia mengasihi kita.

Tuhan Yesus telah mengasihi kita dan memberikan tempat untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Yesus pula sudah menunjukkan sikap untuk hidup dalam kasih, yakni taat dalam menjalankan perintah Bapa. Dengan demikian sama halnya Yesus yang penuh sukacita bahwa Bapa mengasihi-Nya. Bagi kita yang menjalankan kasih tersebut harus diwartakan untuk sesama dalam perjumpaan di manapun, karena kasih membuahkan sukacita dan kegembiraan dalam hidup ini.

(Fr. Frantosius Kadoang)

“Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun mengaishi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya” (Yoh 14:21b)

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah aku untuk hidup dalam kasih-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini