“PENGETAHUAN YANG MENYELAMATKAN”: Renungan, Jumat 31 Maret 2023

0
1554

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U).

Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3b-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42.

Akal budi adalah suatu anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Akal budi membantu manusia dalam memutuskan apa yang akan dilakukan, berelasi dengan sesama dan terlebih khusus dalam membangun hubungan dengan Allah. Manusia dapat memiliki pengetahuan bedasarkan akal budi yang mereka miliki, dari pengalaman-pengalaman yang pernah dialami dan yang dipelajari. Pengetahuan dan pengalaman ini jika direfleksikan dengan mendalam, membawa manusia pada hidup yang lebih baik.

Hari ini Injil Yohanes mengisahkan tentang tindakan Yesus yang ditentang oleh orang Yahudi. Bahkan mereka hendak melempar Yesus dengan batu. Bisa dilihat bahwa orang Yahudi yang sangat membenci Yesus. Padahal telah banyak tindakan dan pebuatan-perbuatan yang baik yang telah dilakukan oleh Yesus terhadap orang-orang yang dijumpai-Nya.

Orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu karena ia telah menghujat Allah. Bagi mereka Yesus yang sama seperti manusia tidak layak mengatakan bahwa Ia adalah Allah. Yang menjadi pertanyaan, apakah seorang yang menghujat Allah dapat menyelamatkan manusia? apakah orang yang menghujat Allah dapat menyembuhkan orang sakit? Atau dapat mengadakan berbagai mujizat yang dapat mendatangkan ketenangan bagi orang yang melihat dan mengalaminya? Tentunya orang yang menghujat Allah tidak bisa melakukan tindakan yang baik.

Yesus memberikan penjelasan kepada orang Yahudi berdasarkan apa yang tertulis dalam Kitab Suci bahwa “tidak adakah tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?”(Mat.10:34) Ketidaktahuan orang Yahudi tentang kitab Taurat membuat mereka menghakimi Yesus sebagai orang yang menghujat Allah. Yesus memberikan pengajaran kepada orang Yahudi supaya mereka disadarkan dengan apa yang seharusnya tidak perlu diperdepatkan atau dipermasalahkan. Yesus sebagai Anak Allah telah melakukan tindakan berdasarkan perintah Bapa (Mat.10.37-38).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali bertindak berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang benar. Dengan akal budi yang kita miliki, kita dibantu untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan, merencanakan entah dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Hari ini kita diingatkan oleh Tuhan betapa pentingnya pengetahuan yang kita miliki itu. Pengetahuan yang bukan hanya baik tetapi pengetahuan yang baik dan benar. Kita tidak perlu takut untuk senantiasa melakukan tindakaan yang baik dan benar karena Allah akan senantiasa membatu dan melindungi kita. Seperti yang ada pada bacaan pertama “Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang yang mengejar aku akan tersandung dengan batu” (Yer.10:11).

(Redaksi)

“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku” (Yoh.10:37).

Marilah berdoa:

Ya Allah terima kasih atas akal budi yang Engkau berikan, yang senantiasa membantu melakukan suatu tindakan. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini