“ARTI SEBUAH PENGORBANAN ”: Renungan, 1 April 2023

0
2029

Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).

BcE Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12b,13; Yoh. 11:45-56

Dalam Injil hari ini mengisahkan  bagaimana orang-orang mencari cara untuk membunuh Yesus. Mereka pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus. Para imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk memikirkan cara untuk menyingkirkan Yesus, sebab mereka takut akan semua orang percaya kepada Yesus. Tetapi, Kayafas imam besar pada tahun itu mengatakan: “kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa”.

Dari kisah di atas, ada tiga  point penting yang perlu kita refleksikan  bersama dalam kehidupan kita setiap hari.

Pertama, menjauhkan diri pada sikap iri hati. Orang-orang yang melihat Mukjizat yang dilakukan Yesus hendaknya mereka menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang menyelamatkan umat manusia. Tetapi nyatanya mereka ingin menyingkirkan Yesus. Hal ini mengambarkan sikap kita yang kurang menghargai apa yang telah dilakukan orang lain, tetapi sebaliknya kita berusaha mencari kesalahan orang lain.

Kedua, menjauhkan diri dari sikap egois. Perkataan Kayafas, imam besar itu sebenarnya bermaksud untuk menyelamatkan dirinya. Kepopuleran Yesus semakin meningkat membuat Kayafas takut apabila semua orang percaya kepada Yesus sehingga pemerintah Romawi turun tangan dan mereka dianggap tidak mampu mengatasi masalah itu. Hal ini mengambarkan sikap kita yang suka mementingkan kedudukan, posisi atau jabatan kita dengan menyingkirkan orang lain. Orang lain menjadi korban dan kambing hitam akibat keegoisan kita.

Ketiga, pengorbanan Yesus. Bertolak dari perkataan Kayafas: lebih baik satu orang mati demi bangsa ini. Yesus tidak hanya mati bagi bangsa Yahudi tetapi bagi seluruh umat manusia. Yesus rela mengorbankan dirinya tidak hanya bagi orang  percaya tetapi bagi orang yang membenciNya. Hal ini mengatakan bahwa kita harus meneladani Yesus, berkorban untuk orang lain tidak hanya kepada mereka yang kita kasihi melainkan juga orang yang membenci kita.

Sikap iri hati dan keegoisan terkadang membuat kita jauh dari hal-hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan. Dalam usaha menjauhi akan hal tersebut, Tuhan mengajak kita untuk meneladaninya dengan mampu untuk berkorban bagi orang lain. Ini menjadi hal yang perlu kita hidupi dalam kehidupan kita setiap harinya.

 (Fr. Weldy Stevan Lelung)

“Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita binasa” (Yohanes 11:49b-50)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari sikap iri hati, egois dan jadikan kami orang yang rela berkorban. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini