“Bernilai Bagi Yang Lain”: Renungan, Senin 30 Juli 2018

0
2410

Hari Biasa (H)

Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35

Salah satu cara pewartaan dari Yesus tentang Kerajaan Allah ialah lewat perumpamaan. Lewat perumpamaan, orang lebih mudah memahami pesan yang hendak disampaikan.

Bacaan Injil hari ini adalah salah satu perumpamaan yang digunakan Yesus dalam mewartakan Kerajaan Surga. Inilah yang menjadi inti pewartaan Yesus. Ia datang ke dunia ini untuk memperkenalkan dan menunjukkan Kerajaan Surga kepada manusia.

Perumpamaan yang dipakai oleh Yesus ini memang agak sulit sebab dalam menjelaskan Kerajaan Surga, Ia menghubungkan dengan biji sesawi dan ragi. Kita memahami bahwa Kerajaan adalah pemerintahan yang dikuasai oleh raja. Kerajaan Allah didirikan oleh Allah sendiri. Dalam pengajaran-Nya, Yesus menyingkapkan bahwa Dialah Raja yang dipilih oleh Allah.

Dari sini kita dapat mengetahui, bahwa Biji Sesawi itu ialah Yesus sendiri, yang dipandang oleh orang-orang pada waktu itu sebagai yang kecil dan berasal dari minoritas. Sosok yang berasal dari keluarga sederhana, di mata pemerintah duniawi tidak bernilai apa-apa.

Namun kemudian biji sesawi itu mati, menjadi pohon dan menghasilkan banyak buah bahkan menjadi tempat bersarang bagi burung-burung. Dia memberikan perlindungan bagi siapa saja. Dialah yang telah disiksa, wafat di salib dan bangkit pada hari ketiga, memberikan keselamatan kepada manusia.

Dari perumpamaan ini, kita dapat memahami bahwa Biji Sesawi itu ialah Yesus sendiri yang memberikan keselamatan kepada manusia.

Kita juga bisa menjadi seperti biji sesawi dalam perumpamaan tersebut. Biji yang kecil, tetapi jika hidup dalam rancangan Allah pasti akan memberikan buah yang berlimpah bagi banyak orang. Hidup dalam rancangan Allah ialah mengikuti apa yang dikehendaki oleh-Nya.

Bacaan pertama menegaskan bahwa, barangsiapa tidak mengikuti perintah-Nya, hidupnya tidak akan berguna lagi sama seperti ikat pinggang yang sudah lapuk (Bdk. Yer.13:10). Injil hari ini mengajarkan kepada kita, bahwa yang terpenting dalam hidup ini ialah, bagaimana kehidupan kita bernilai dan berguna bagi banyak orang. Sama seperti biji sesawi yang hanya satu bertumbuh menjadi banyak.

Marilah berusaha, agar kita menjadi sama seperti biji sesawi dalam perumpamaan Yesus. Sehingga kita dapat memberikan perlindungan dan keselamatan bagi orang lain. Marilah juga menjadi sama seperti ragi yang bisa menyatu dan menghantar banyak orang kepada Allah yang empunya Kerajaan kekal itu. Semoga kita dapat menjadi bagian dari Kerajaan Allah.

(Fr. Dkn. Oktorius Lalio)

“Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan” (Mat. 13:35a)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah aku bagian dari Kerajaan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini