“Pintu Kerahiman Allah”: Renungan, Senin 5 Desember 2022

0
992

Hari Biasa Pekan II Adven

Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10, 11-12, 13-14; Luk. 5:17-26

Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari yang namanya dosa. Perbuatan dosa dapat terjadi atas pelbagai macam cara, terutama karena kita tidak mampu untuk bersikap taat dan setia kepada perintah Tuhan. Tetapi, sebagai orang Kristen, kita perlu menyadari bahwa walaupun kita sering melakukan tindakan dosa, namun Allah tetap menerima dan membukakan pintu kerahiman bagi setiap orang yang ingin bertobat dan menerima pengampunan dari-Nya.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan seorang lumpuh dengan berkata “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi, hal itu kemudian dipandang oleh ahli Taurat dan orang Farisi sebagai tindakan menghujat Allah. Mengetahui hal itu, Yesus dengan tegas berkata: “Supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Perkataan Yesus ini merupakan bagian yang paling penting untuk disadari dan dihayati dengan baik oleh semua orang Kristen dalam menjalani masa Adven ini.

Dalam masa Adven ini, sebagai orang Katolik, kita diminta untuk menyadari segala perbuatan salah dan dosa kita seraya memohon ampun dari Allah supaya layak menyambut kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Kita sebenarnya harus berkaca dari orang lumpuh yang disembuhkan seperti nyata dalam Injil. Walaupun dalam keadaan lumpuh dan tidak bisa berjalan, dirinya diusung oleh beberapa orang untuk bisa sampai pada Yesus. Hal ini membuktikan bahwa mereka memiliki iman yang besar akan tindakan dan perbuatan Yesus. Tidak hanya mendapat kesembuhan, orang lumpuh itu mendapat juga pengampunan dosa dari Yesus.

Yesus juga hendak membuktikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi bahwa pada diri-Nya Allah berkerja untuk mengampuni dosa setiap pribadi manusia dan sesungguhnya bahwa Anak Manusia itu adalah diri-Nya sendiri. Yesus Kristus yang hadir ke dunia sungguh menjadi penyelamat umat manusia dan sebagai makhluk ciptaan Allah, pantas untuk disadari bahwa terkadang kita pun lalai dan sering kali jatuh ke dalam dosa. Kita adalah manusia-manusia berdosa yang harus senantiasa mencari Tuhan untuk memohon pertolongan seperti orang lumpuh. Sebab, ketika kita mampu jujur di hadapan Allah maka Allah akan memberikan pengampunan dan berkat yang berlimpah dalam kehidupan kita setiap hari.

(Fr. Yeremias Tawurutubun)

“Hai saudara, dosamu sudah diampuni” (Luk. 5:21).

Marilah berdoa:

Allah Bapa Yang Mahakuasa, ampunilah segala salah dan dosa kami umat-Mu. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini