“Menjadi Pribadi yang Bebas dan Bertanggungjawab”: Renungan, Senin 24 Oktober 2022

0
1178

Hari Biasa (H)

Ef. 4:32 – 5:8; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 13:10-17.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita semua untuk menjadi orang yang bebas. Dalam Injil Yesus mengecam dan menegur kepala rumah ibadat yang menegur-Nya, ketika Ia menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun dikuasai oleh roh jahat. Perihal teguran terhadap Yesus itu merupakan hal yang wajar bagi kepala rumah ibadat yang sangat berpegang teguh pada Hukum Taurat yang melarang seseorang untuk melakukan hal-hal yang dilarang pada hari Sabat. Akan tetapi sikap Yesus dalam bacaan Injil ini tidak bermaksud untuk melanggar Hukum Taurat. Ia hendak menjernihkan isi Hukum Taurat itu dengan suatu perbuatan kasih, karena bagi-Nya keselamatan orang jauh lebih penting dari aturan-aturan yang kadang membuat orang hilang penghormatan terhadap orang lain.

Dalam kehidupan ini, banyak orang lebih memilih bertahan pada aturan daripada berbuat baik untuk keselamatan orang lain. Terkadang banyak orang masih terjebak dengan berbagai macam aturan yang membuat kepekaan seseorang itu hilang. Lewat bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita semua untuk dapat menjadi orang yang bebas dan juga bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama. Ia mengajak kita untuk dapat memilih sesuatu yang lebih penting dari pada aturan-aturan yang terkadang membuat orang ‘tidak manusiawi’, karena terkadang aturan yang ada mengabaikan keselamatan atau kehidupan orang lain. Dalam hal ini, Yesus mengajak kita semua untuk dapat juga menghargai hidup yang Tuhan berikan kepada kita semua dan juga mampu untuk dapat menghargai kehidupan orang lain. Yesus tidak mengabaikan  Hukum Taurat, melainkan menunjukkan hukum yang lebih tinggi dari semua hukum dengan perbuatan kasih-Nya, ketika Ia menyembuhkan orang yang sudah lama kerasukan roh jahat. Dengan perbuatan kasih-Nya ini, Yesus menjadikan perempuan itu sebagai orang yang bebas dan tidak terikat oleh roh jahat, yang membelenggunya selama bertahun-tahun.

Kepada jemaat di Efesus, Paulus menasihati agar mereka selalu mampu bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan dan kehendaki. Paulus juga mengajak kita untuk menjadi orang yang bebas dan merdeka dengan tidak terikat pada hal-hal duniawi yang membuat kita menjadi kurang mampu untuk dapat menghargai sesama kita. Ia mengajak kita semua untuk menjadi anak-anak terang, dengan mau bertobat dan tidak lagi hidup dalam belenggu maut atau dosa. Lewat bacaan-bacaan hari ini, Tuhan mengajak kita semua untuk menjadi orang yang bebas, bertanggung jawab, dan mampu untuk menghargai orang lain.

(Fr. Silvianus F. Bentalen)

“Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh”(Luk. 13:12).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, bantulah kami untuk menjadi pribadi yang bebas pun bertanggungjawab seturut teladan Putra-Mu, Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini