Hari Biasa (H)
Ef. 5:21-33; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Luk. 13:18-21.
Perjalanan hidup manusia tidaklah sempurna. Terkadang kita akan menemukan dan melakukan hal yang baik, tetapi juga hal yang buruk dan dalam hidupnya. Injil hari ini bercerita mengenai perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi. Perumpamaan tersebut hendak menggambarkan tentang Kerajaan Allah yang sesungguhnya, di mana Yesus sendiri mengatakan “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Perkataan ini hendak menunjukkan kepada seluruh umat beriman, bahwa Kerajaan Allah seumpama biji sesawi dan ragi. Bagaimana umat beriman dapat memahami bahwa Kerajaan Allah dapat diumpamakan seperti biji sesawi dan ragi? Ini tentunya menjadi pertanyaan yang sangat mendalam bagi seluruh umat beriman.
Yesus memberikan suatu perumpamaan kepada umat beriman melalui biji sesawi dan ragi, agar umat beriman dapat mengerti dan memahami tentang Kerajaan Allah itu sendiri. Biji sesawi yang kecil itu dapat tumbuh menjadi pohon dan burung-burung di udara pun dapat bersarang pada cabang-cabangnya. Kerajaan Allah di sini hendak menunjuk pada tempat yang memberikan kenyamanan agar semua orang mendapatkan keselamatan.
Di sini Yesus hendak menunjukkan bahwa “Kerajaan Allah” itu kecil seperti biji sesawi tetapi memiliki pengaruh yang besar dalam peziarahan hidup manusia. Kerajaan Allah di sini bukan hanya dilukiskan sebagai sebuah tempat, tetapi juga tindakan hidup di mana sebagai anak-anak Allah kita memiliki tugas perutusan untuk mewartakan kerajaan Allah bagi banyak orang. Seperti membantu sesama yang berkekurangan, dan sebagainya.
Dalam hidup, manusia seringkali menjadi seorang penabur yang baik dan menjadi seorang penabur yang tidak baik. Penabur yang baik selalu merawat tanam-tamanan sehingga dapat menghasilkan buah yang baik, dan selalu peduli dengan apa yang menjadi pekerjaannya. Namun di dunia sekarang ini manusia memilih untuk menjadi seorang penabur yang tidak baik, melalui sikap dan tindakannya kepada sesama manusia. Manusia selalu egois dengan apa yang mereka miliki dalam diri mereka sendiri, dan tidak membantu sesama yang sedang dalam penderitaan. Untuk itu, lewat bacaan Injil hari ini Allah mengajarkan kepada kita bahwa untuk mencapai dan menemukan kerajaan Allah, kita harus menolong sesama kita karena mereka juga berhak memperoleh kerajaan Allah. Semoga kita menjadi seorang penabur yang dapat memberikan kehidupan bagi semua orang.
(Fr. Emanuel Helsi Gani)
“Maka kata Yesus, seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?” (Luk. 13:18-21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadikanlah kami berkat bagi sesama kami. Amin











