“Berbuah Dari Salib Kristus”: Renungan, Rabu 14 September 2022

0
1769

Pesta Salib Suci (M)

BcE. Bil 21:4-9; Mzm 78:1-2,34-35, 36-37,38; Flp 2:6-11; Yoh 3:13-17.

Pesta Salib Suci secara universal merupakan perayaan anamnesis atau proses pengenangan puncak karya keselamatan Allah yang diwujudkan oleh Yesus sebagai buah dari karunia cinta kasih Allah yang menghidupkan, karena dari peristiwa salib, Kristus menderita sengsara dan wafat bagi kita. Ia telah mengalahkan dosa dan menghancurkan kematian serta memberikan jaminan hidup kekal bagi manusia. Peristiwa salib yang dialami oleh Yesus menjadikan salib sebagai pohon keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita.

Bacaan-bacaan hari ini mempertegas bahwa Kristus yang datang dan menjadi manusia seperti kita, merupakan wujud karunia Allah yang begitu besar untuk memberikan hidup bagi manusia dan hidup itu adalah keselamatan yang melampaui roti dan air yang dikeluhkan oleh Bangsa Israel (Bil. 21:5). Jelaslah bahwa karunia terbesar dari cinta kasih Allah bagi manusia yakni Yesus Kristus (Yoh. 3:16) yang telah mati di atas kayu salib kendati tidak bersalah. Yesus membawa sebuah misi untuk mewujudkan keselamatan manusia.

Bahkan ketika Ia berada di atas salib hingga wafat-Nya, Ia tetap menjamin sebuah hidup bagi manusia melalui darah dan air yang memancar dari lambung-Nya dan menjadi lambang sakramen-sakramen Gereja bagi kehidupan manusia. Salib adalah kemenangan dan sumber kehidupan bagi seluruh manusia dan Gereja yang dibangun atas dasar Kristus sebagai kepala.

Melalui Kristus, Allah yang menjadi manusia, Salib menampakkan wujud kasih Allah dan pengorbanan-Nya, sehingga orang Kristen yang mengimani salib Kristus dipanggil untuk mengalami buah karya cinta kasih Allah dalam pengalaman salib Kristus dan salib kehidupan agar setelah menerima rahmat cinta Allah dalam Kristus, orang semakin mengalami hidup dan berbuah dari salib Kristus.

Pertanyaannya, apa yang perlu kita maknai dalam hidup tentang salib suci? Bahwa melalui salib Kristus, kita sebagai wujud kasih Allah dipanggil untuk mengemban penderitaan Kristus dalam hidup sebagai sebuah misi yang membawa kita pada hidup dan keselamatan. Misinya adalah dengan penuh kebahagiaan kita tidak takut menderita bersama Kristus demi kebenaran, demi keadilan dan demi kedamaian.

Oleh karena itu, dalam pengalaman salib dunia, kita diajarkan bahwa buah dari Salib Kristus menuntut dari kita untuk tetap mewartakan kasih Allah dengan penuh semangat kendati harus menderita, difitnah, dianiaya dan mengalami penolakan, demi memperoleh sesuatu yang menjamin hidup dan keselamatan kita.

(Fr. Edward Salilo)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup”  (Yoh. 3:16).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, teguhkanlah iman kami agar dapat memaknai salib-Mu di dalam pengalaman salib kami sehari-sehari. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini