“Orang Benar dan Orang Jahat”: Renungan, Kamis 28 Juli 2022

0
1514

Hari Biasa (H)

Yer. 18: 1-6; Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6; Mat. 13: 47-53.

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai akhir zaman yang mengacu pada kehidupan manusia. Perumpamaan yang disampaikan Yesus sungguh nyata dalam setiap tindakan dan perbuatan manusia. Manusia diibaratkan seperti ikan-ikan yang baik dan ikan-ikan yang tidak baik. Ikan-ikan baik dikumpulkan dan dibawa pulang dan ikan-ikan yang tidak baik, dikumpulkan dan dibuang.

Itulah gambaran Yesus tentang akhir zaman yang Ia ambil dari pengalaman-Nya bersama manusia. Yesus melihat bahwa manusia hidup tidak melulu berfokus pada semua ketetapan-Nya, tetapi mereka juga berfokus pada hal-hal duniawi yang nantinya dapat membinasakan mereka. Namun sebagai umat Kristiani, kita tahu dan percaya bahwa Allah adalah seorang Bapa yang sangat mengasihi kita. Ia tidak pernah membiarkan kita terlantar seperti anak domba yang tersesat. Ia selalu dengan sabar dan tabah ada untuk kita agar kita tetap setia sampai akhir.

Peristiwa yang sama juga dikisahkan dalam bacaan pertama tentang tukang periuk yang tabah dan sabar dalam mengerjakan bejananya. Seandainya bejana yang sementara ia rakit itu pecah atau mengalami lecet, maka ia harus mengerjakan kembali dari awal. Namun ketika ia mengerjakannya kembali, ia mengerjakannya dalam bentuk yang lain.

Begitu pula dengan Allah yang membentuk kita seturut kehendak dan rencana-Nya. Ia ingin agar kita hidup dalam kasih dan cinta-Nya sampai akhir. Tetapi kadang kita manusia lebih mementingkan ego sendiri dan tidak ingin hidup bersama-Nya dalam kasih dan cinta-Nya itu. Oleh sebab itu, Allah dengan kehendak bebas pula dapat mengubah rencana-rencana-Nya terhadap kita yang keras kepala dan selalu memberontak terhadap-Nya. Ia melakukan itu bukan karena kebencian. Tetapi, Allah ingin supaya kita bertobat dan menanggalkan kehidupan lama kita dan beralih kepada kehidupan baru bersama Kristus dalam kemuliaan-Nya.

Jika kita bertobat dan selalu hidup menurut titah-Nya, maka Ia membentuk kita sebagai perabot/bejana yang berguna bagi orang lain dan juga pada akhir zaman kita turut ambil bagian dalam kemuliaan-Nya di surga.

(Fr. Afelindus Babaubun)

Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi”. (Mat. 13:49-50)

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga kami selalu hidup seturut dengan rencana dan titah-Mu dan kelak boleh mengalami pesta perjamuan di dalam Kerajaan Surga. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini