“Kerajaan Surga: Harta Terpendam”: Renungan, Rabu 27 Juli 2022

0
1941

Hari Biasa (H)

Yer. 15:10,16-21; Mzm. 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat. 13:44-46.

Setiap manusia pasti mempunyai cita-cita, keinginan, dan tujuan. Karena itu, manusia selalu berusaha untuk mencapai semuanya itu. Tak jarang pula, manusia selalu menemui berbagai penderitaan, cobaan, tantangan, pun kegagalan dalam usahanya tersebut. Namun ketika manusia mencapai keberhasilan atas cita-cita, keinginan, dan tujuannya, maka ia tentu akan merasa senang, gembira, bahagia dan bersyukur. Ia senang karena cita-cita, keinginan, dan tujuannya tercapai, tetapi juga senang karena boleh melewati itu semua dengan proses dan perjuangan yang tak kenal lelah dan tanpa kata menyerah. Sehingga ada ungkapan, “hasil tidak pernah mengkhianati usaha dan proses”.

Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang pergumulan yang dialami oleh Nabi Yeremia. Dalam pergumulannya itu, Tuhan hadir dan memberikan kesempatan bagi Yeremia untuk menjadi pelayan dan penyambung lidah Tuhan. “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku”. Ungkapan itu menjadi jelas bahwa Tuhan senantiasa menyertai Yeremia, meski dalam pergumulan yang sedang dialami oleh Nabi Yeremia.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan perumpamaan Yesus tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga. Dalam khotbah-Nya di bukit, Yesus melukiskan atau menggambarkan Kerajaan Surga seumpama harta yang terpendam dan mutiara yang berharga. Ketika orang menemukan harta yang terpendam di ladang dan mutiara yang indah serta berharga, orang itu sangat bersukacita sampai ia rela menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang dan mutiara itu.

Kita pun sebagai manusia tentu memiliki cita-cita, keinginan, dan tujuan yang sifatnya manusiawi, misalnya kekayaan, kekuasaan, dan jabatan. Namun sebagai orang yang beriman, sebagai pengikut Kristus, apa sebenarnya yang menjadi cita-cita, keinginan, dan tujuan hidup kita? Jawabannya ialah keselamatan dan kehidupan kekal dalam Kerajaan Surga.

Kerajaan Surga adalah harta terpendam dan mutiara yang berharga yang menjadi cita-cita rohaniah serta menjadi tujuan akhir hidup kita. Perlu ada usaha untuk mencari dan menemukan harta terpendam dan mutiara yang berharga, yakni dengan berpegang teguh pada iman, harap, dan kasih. Kita bisa menggapai Kerajaan Surga dengan menjadi manusia pendoa, manusia pengampun, manusia pengasih, manusia penabur kebaikan, dan manusia yang senantiasa mengamalkan sabda Tuhan dalam hidup.

(Fr. Giovanny Diamanti)

“Oleh sebab sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.” (Mat. 13:44)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami dalam usaha untuk mencari dan menemukan Kerajaan Surga. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini