“MENJADI PEKERJA KRISTUS”: Renungan, Selasa 9 Juli 2024

0
864

Hari Biasa (H)

Hos. 8:4-7.11-13; Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10; Mat. 9:32-38.

Dalam menjalankan kehidupan setiap hari, kita tentunya sering melihat berbagai fenomena dan realitas yang terjadi di sekitar kita. Terdapat beragam tanggapan serta perasaan yang muncul ketika berhadapan langsung dengan fenomena tersebut. Misalnya ketika sedang berbelanja di pasar, seringkali kita akan mendapati banyak pengemis yang meminta-minta di jalan, dengan harapan mereka akan mendapatkan bantuan melalui cara tersebut. Ataukah ketika kita secara tak sengaja melihat seorang pelajar sedang dalam perundungan atau di-bullly bahkan sampai mengalami tindakan kekerasan oleh teman-temannya. Fenomena-fenomena ini seringkali menjadi bahan perdebatan dalam masyarakat. Apakah orang-orang seperti ini perlu mendapat bantuan? Ataukah dibiarkan saja, karena tiap-tiap orang memiliki masalah dan pergumulannya masing-masing?

Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat Yesus melakukan berbagai mukjisat: menyembuhkan orang buta, mengusir setan dari orang bisu, dan mengajar serta memberitakan Injil Kerajaan Surga. Namun, yang paling menyentuh hati adalah respons Yesus ketika Ia melihat kerumunan orang yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Yesus tergerak oleh belas kasihan dan menyadari kebutuhan mendesak akan pekerja-pekerja untuk tuaian yang banyak. Yesus tidak hanya melihat dengan mata fisik, tetapi juga dengan mata hati. Ia melihat kondisi batiniah orang-orang yang datang kepadaNya, mereka yang lelah dan terlantar. Kita juga dipanggil untuk melihat lebih dalam pada kebutuhan orang-orang di sekitar kita. bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi lebih dari pada itu melihat jauh ke dalam yaitu kebutuhan spiritual dan emosional.

Melihat kebutuhan saja tidaklah cukup; kita perlu tergerak untuk bertindak. Yesus tidak hanya merasakan belas kasihan, tetapi juga menyembuhkan, mengajar dan memberi kekuatan kepada mereka yang membutuhkan. Kita juga dipanggil untuk bertindak sesuai dengan apa yang kita lihat dan rasakan. Di lain sisi Yesus menyadari banyak orang yang membutuhkan pertolongan, namun pekerja untuk menuai tuaian itu sedikit. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga menjadi pekerja-pekerja di ladang Tuhan.

Ada banyak orang yang membutuhkan pertolongan, dukungan, dan cinta. Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk melakukan mukjizat seperti Yesus, tetapi kita memiliki kemampuan untuk menunjukkan belas kasihan dan cinta kepada orang lain. Apakah kita peka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar kita? Apakah kita mau terlibat aktif untuk membantu mereka?

(Fr. Herman Kelvin Ngeljaratan)

 “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Mat. 9:37).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami uluran tangan kasihMu untuk membantu sesama kami yang membutuhkan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini