“MENELADANI PENOLONG ABADI”: Renungan, Sabtu 20 Juli 2024

0
918

Hari Biasa (H)

Mi. 2:1-5; Mzm. 10:1-2.3-4.7-8.14; Mat. 12:14-21.

Dalam bacaan pertama, Nabi Mikha melihat penderitaan yang akan dialami oleh umat Allah karena ulah manusia. Manusia merancang kejahatan yang mendatangkan penderitaan dan kesenggsaraan bagi orang lain. Allah tidak tinggal diam. Allah akan membalas kejahatan pikiran dan perbuatan manusia. Manusia dengan kepintaran akal budinya bisa merancang kejahatan yang mendatangkan penderitaan bagi orang lain namun Allah adalah perancang terbaik yang dapat dengan mudah membalas orang-orang durjana dengan kuasaNya. Antifon Mazmur hari ini memperdengarkan ungkapan paling dalam hati manusia yang berada dalam penderitaan : “ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas”. Manusia berteriak meminta tolong di saat mereka mengalami penindasan karena orang percaya meyakini hanya Tuhan yang dapat menolong. Ungkapan yang dalam ini menampilkan realitas bahwa manusia tidak berdaya jika Tuhan tidak bertindak menolong.

Penginjil Matius memperlihatkan bagaimana orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Mereka merancang skenario-skenario untuk menjebak Tuhan Yesus. Yesus tahu hati dan niat mereka. Kembali ditegaskan bahwa manusia tidak dapat menyembunyikan niat busuk di hadapan Tuhan Yesus. Penginjil menampilkan sosok Yesus Kristus yang mendatangkan suka cita dan kegembiraan bagi banyak orang. Ia menyembukan banyak orang. Banyak orang yang menderita karena sakit penyakit yang diderita menjadi sembuh karena mengikuti Yesus. Kehadiran Tuhan Yesus sesungguhnya sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang Hamba Tuhan yang menderita. Hamba Tuhan yang membawa otoritas Ilahi dalam diriNya. Ia menjadi harapan bagi semua bangsa. Manusia memandang dan menaruh harapan padaNya. Saat manusia lebih mengejar hal-hal duniawi, Tuhan Yesus kembali menyadarkan manusia untuk menolong sesama yang menderita. Menolong yang menderita akan membawa suka cita dan kegembiraan bagi mereka yang sedang mengalaminya.

Saudara-saudari terkasih, mari kita belajar dari Tuhan Yesus untuk memberi perhatian lebih kepada mereka yang menderita. Mari kita menjadi orang yang pertama memberi pertolongan kepada mereka. Jangan saling mengharapkan. Tuhan Yesus hadir memberi pertolongan meski pada hari Sabat. Kembali ditegaskan bahwa manusia dapat merancang kejahatan dan kejahatan manusia akan membawa penderitaan bagi orang lain. Ingat Allah tidak tinggal diam. Ia bekerja, Ia menolong mereka yang berseru meminta tolong kepadaNya. Dengan demikian adalah benar bila kita menaruh iman dan harapan yang besar pada Tuhan sebab Ia tidak akan meninggalkan kita sendirian.

(Fr. Dkn. Damianus Daga)

“Padanyalah bangsa-bangsa akan berharap”

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, gerakkanlah hati kami untuk menjadi yang pertama menolong orang yang menderita. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini