“TEPAT DALAM MEMILIH”: Renungan, Minggu 9 Juni 2024

0
908

Hari Minggu Biasa X (H)

Kej. 3:9-15; Mzm. 130:1-2,3- 4ab,4c-6,7-8; 2 Kor. 4:13 – 5:1; Mrk. 3:20-35.

Seringkali manusia merasa bimbang ketika diperhadapkan dalam situasi memilih. Entah itu memilih sesuatu yang benar, ataupun suatu hal yang salah. Jika ia mengindahkan Allah di dalam hatinya, pastilah ia akan memilih untuk melakukan dan mengatakan hal yang mengandung kebenaran. Jika tidak, maka sebaliknyalah yang akan dia lakukan.

Di taman Eden, Allah sudah memperingatkan Adam dan Hawa agar jangan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Ketetapan yang Allah sampaikan dalam firmanNya kepada manusia pertama itu bertujuan agar mereka tidak jatuh dalam dosa dan kesalahan. Akan tetapi mereka lebih memilih mendengarkan perkataan ular yang terkenal cerdik.

Dalam bacaan kedua rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Korintus tentang kualitas hidup manusia yang kian merosot karena menghadapi berbagai cobaan. Tetapi dengan begitu hidup manusia akan terus diperbaharui dalam perjalanan perziarahan di dunia ini menuju kehidupan yang kekal.

Dalam bacaan Injil dikisahkan tentang Yesus yang disebut kerasukan Beelzebul oleh para ahli Taurat. Yesus kemudian memperingati mereka kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk. 3:28-29).

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada pengampunan bagi mereka yang menghujat Roh Kudus. Karena Roh Kudus berasal dari Allah, dan Roh itu terkandung dalam pribadi Yesus. Maka saat para ahli taurat menuduh Yesus sudah kerasukan roh jahat, mereka sudah melakukan kesalahan dalam berucap. Mereka berkata bahwa Yesus mengusir setan dengan penghulu setan. Itu berarti mereka tidak menerima Roh Kudus dan tidak percaya pada kuasa Allah.

Keselamatan tidak lahir dari kesalahan, melainkan dari kebenaran. Segala tindakan kita dilihat oleh Allah dan dinilai baik buruknya. Allah senantiasa mengutus Roh KudusNya untuk menuntun setiap pikiran, perkataan, dan tindakan kita agar berada pada jalan yang benar. Tinggal diri kita sendirilah yang harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang kita hadapi di dunia ini. Dengan memilih mengikuti tuntunan Roh Kudus, berarti diri kita mau menerima Yesus sumber kebenaran sejati.

(Fr. Marcelino Ronaldo)

“Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal”(Mrk. 3:29).

Marilah berdoa:

Ya Yesus, tuntunlah aku selalu dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini