“SIAPKAN DIRI”: Renungan, Rabu 5 Juni 2024

0
856

Pw S. Bonifasius, UskMrt (M).

2Tim 1:1-3.6-12; Mzm 123:1-2a.2bcd; Mrk 12:18-27

Kehidupan di dunia ini bersifat sementara. Semua makhluk yang ada di muka bumi ini pasti akan mengalami kematian. Tidak ada makhluk yang dapat menghindari peristiwa kematian. Kita orang-orang Katolik yang percaya kepada Kristus juga percaya akan adanya kebangkitan. Bangkit berarti mengalami hidup yang kekal abadi setelah kematian. Artinya, setelah dibangkitkan kita tidak akan mengalami kematian kembali. Dengan demikian, peristiwa kematian bukan sekedar peristiwa menyedihkan, tetapi kematian adalah jalan menuju kehidupan kekal atau kebangkitan. Namun, kita sebagai makhluk fana perlu mempersiapkan diri untuk hidup kekal itu, karena kehidupan setelah kematian berbeda dengan kehidupan di dunia sekarang ini. Hal yang perlu kita siapkan adalah mengobarkan karunia Allah dalam hidup kita dengan perbuatan kasih kepada banyak orang.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang pertanyaan orang-orang Saduki kepada Yesus tentang kebangkitan. Kaum Saduki adalah orang-orang yang tidak percaya adanya kebangkitan. Dari kisah dalam Injil hari ini, kita mengetahui bahwa bukan hanya kematian yang pasti terjadi pada manusia, tetapi juga kebangkitan. Kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus juga akan dibangkitkan dari kematian. Adanya kebangkitan tentu membuat kita senang, namun kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi kebangkitan tersebut.

Persiapan diri yang perlu kita lakukan untuk menghadapi kebangkitan adalah mengobarkan karunia Allah dalam hidup dengan cara berbuat kasih kepada banyak orang. Mengapa kita harus berbuat kasih sebagai persiapan kehidupan kekal? Karena kehidupan setelah kebangkitan berbeda dengan kehidupan di dunia ini. Kasih menjadi bahan bakar kita dalam bertindak, berperilaku, berpikir, dan berkata-kata, baik bagi diri sendiri, bagi sesama dan bagi Tuhan. Yesus selama hidupnya pun telah menunjukkan apa yang harus diperbuat oleh para pengikutNya. Sehingga kita sebagai muridNya pun memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memulai dan melaksanakan karya Yesus melalui hidup kita.

Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Bonifasius Uskup dan Martir. St. Bonifasius merupakan seorang misionaris yang memusatkan misinya pada pemberantasan kekafiran di Jerman. Hidup St. Bonifasius dapat menjadi contoh bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk hidup kekal. Kita perlu mewartakan Injil bagi banyak orang dengan cara hidup sebagai orang Katolik yang setia.

(Fr. Jefrin Kristanto Wuda)

“Sebab, bilamana mereka bangkit dari antara orang mati, mereka tidak kawin dan tidak dikawinkan tetapi menjadi seperti malaikat di surga” (Mat. 12:25).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berilah kami kekuatan dan semangat untuk melakukan karya baik bagi banyak orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini