“NABI PALSU” : Renungan, Rabu 26 Juni 2024

0
884

Hari Biasa, Pekan XII (H)

2Raj 22:8-13; 23:1-3; Mzm 119:33.34.35.36.37 40; Mat 7:15-20

Tindakan lahir dari hati dan budi seseorang. Jika seorang bertindak jahat, maka sudah pasti pikiran dan kehendaknya pun jahat. Mereka yang berbuat jahat sudah pasti tidak datang dari Allah. Perbuatan mereka bukanlah buah dari Roh Kudus, melainkan dari iblis, dari si jahat. Mereka itu adalah nabi palsu yang berkeliaran di dunia ini yang tampil seolah-olah suci, tetapi hatinya bejat dan busuk. Dalam Injil Yesus mempertegas soal nabi palsu ini : “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri ?” (Mat. 15:16-17).

Nabi palsu adalah orang yang menyembunyikan kemunafikannya di balik perbuatan baik yang ditunjukkan. Jangan kita cepat percaya dengan apa yang mereka katakan dan perbuat. Ujilah segala perkataan dan tindakannya. Apakah mereka mewartakan tentang Allah atau diri mereka sendiri. Apakah yang mereka katakan tentang Allah itu, mereka lakukan atau tidak. Mereka itu sebetulnya menjadi produk iblis yang dengan siasatnya, mempengaruhi manusia supaya jauh dari Allah. Mereka suka menolak untuk berkorban. Tidak mau berbelah rasa. Kata-kata mereka tampak manis seperti madu tetapi mengandung racun yang sangat berbahaya. Perbuatan mereka serupa dengan malaikat namun sejatinya adalah iblis.

Seringkali, sadar atau tidak sadar, kita juga tergolong dalam kumpulan para nabi palsu modern. Coba kita menguji segala perkataan dan perbuatan kita. Apakah kita masih sungguh layak disebut anak-anak Allah? Sebab kuasa si jahat lebih kental dalam diri kita, sehingga martabat nabi yang kita terima melalui pembaptisan kini menjadi hancur. Kita yang semula ditentukan dan disatu-ragakan dengan Kristus sebagai imam, nabi dan raja, kini telah berbelok arah. Ketamakan, kedurhakaan, hawa nafsu dan kesombongan membuat kita menjadi nabi-nabi palsu di era modern yang kerjanya merusak citra Allah, baik yang ada dalam diri kita maupun sesama kita. Marilah kita sadar, bangkit dan berbalik dari keburukan ini. Jangan kita mau menjadi atau disesatkan oleh nabi-nabi palsu, hamba dari dosa. Mari kita berjalan bersama melawan kuasa si jahat dan nabi-nabi palsu itu dengan iman, harap, dan kasih.

(Fr. Chanel Ongirwalu)

 “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagi selain Engkau” (Mzm.16:2).

 Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk melawan kuasa si jahat dan nabi-nabi palsu yang menyesatkan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini