“MENJADI PELAKSANA FIRMAN”: Renungan, Rabu 12 Juni 2024

0
880
Sabda Kehidupan Kemal

Hari Biasa (H)

1Raj. 18:20-39; Mzm. 16:1-2a.4.5.8.11; Mat. 5:17-19

Saudara yang terkasih, bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus dan Hukum Taurat. Kita semua tahu bahwa kisah ini merupakan salah satu pengajaran yang diajarkan oleh Yesus sendiri di atas bukit kepada orang banyak yang mengikutiNya. Tentunya Yesus memberi pengajaran bagi orang banyak tentang hukum Taurat karena ada alasan tertentu. Alasannya ialah, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi menyangka bahwa banyak pengajaran Yesus bertentangan dengan hukum Taurat. Misalnya, salah satu ajaran yang yang terdapat dalam hukum Taurat ialah jangan melakukan pekerjaan pada hari Sabat. Namun pada kenyatannya, Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Hal ini membuat sehingga para ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengkritik Yesus atas tindakanNya itu.

Maka, dalam pengajaranNya di atas bukit, Yesus menjelaskan dengan sangat baik bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya. Yesus memberi pengajaran kepada orang banyak agar semua orang tahu bahwa maksud kedatangNya bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya dan kemudian dapat melaksanakannya.

Secara tegas, Yesus mengatakan bahwa barangsiapa meniadakan salah satu hukum Taurat, sekalipun yang paling kecil, dan mengajarakan demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Maka, Yesus sama sekali tidak bermaksud untuk meniadakan hukum Taurat melainkan menggenapinya. Caranya ialah Ia sendiri yang menjadi pelaksana hukum Taurat atau menjadi pelaksana firman. Hal itu sudah diwujudnyatakan dalam tindakan-tindakan Yesus. Salah satunya ialah menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Hal itu dilakukan oleh Yesus karena bagiNya hukum Taurat itu tidak akan memiliki arti apabila hal itu hanya dapat dipandang sebagai peraturan keagamaan saja, melainkan hukum Taurat itu harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua orang. Dengan cara sedemikian rupa, maka hukum Taurat itu memiliki arti yang sangat luar biasa.

Yesus sudah memberi contoh dalam pelayananNya. Namun seringkali kita tidak menjadikan diri kita sendiri sebagai pelaksana firman. Maka, bacaan Injil hari ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi pelaksana hukum Taurat atau pelaksana firman itu adalah sesuatu yang sangat bermakna dibandingkan dengan hanya menjadikan hukum Taurat itu sebagai peraturan semata. Kita dapat meneladani sikap dari Yesus sendiri karena Ia telah terlebih dahulu menjadi pelaksana hukum Taurat atau pelaksana firman.

(Redaksi)

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat. 5:17)

Marilah berdoa:

Ya Yesus, bimbinglah kami selalu agar kami dapat menghayati dan melaksanakan firmanMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini