“JANGANLAH KHAWATIR”: Renungan, Sabtu 22 Juni 2024

0
987

Hari Biasa (H).

2Taw. 24:17-25; Mzm. 89:4-5.29-30.31-32.33-34; Mat. 6:24-34

Setiap orang pasti pernah mengalami kekhawatiran dalam hidup. Kekhawatiran adalah bagian alami dari pengalaman manusia seperti, masa depan, pekerjaan, kesehatan, keuangan dan lain-lain. Dapat dilihat bahwa kekhawatiran merupakan suatu reaksi alami terhadap ketidakpastian dalam hidup dan bagaimana kita menghadapinya adalah bagian penting dari diri kita untuk bertumbuh dan berkembang.

Bacaan Injil hari ini menceritakan bagaimana kita menghadapi kekhawatiran dalam hidup. Yesus menggambarkan dengan sangat baik bagaimana kekhawatiran bukanlah suatu yang perlu dipikirkan. Ia memberikan perumpaan tentang burung-burung di udara yang tidak khawatir terhadap makanan mereka dan bunga-bunga di ladang yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Yesus menegaskan hal itu agar supaya kita jangan memiliki kekhawatiran dalam hidup, sebab sikap tersebut tidak akan menambahkan sesuatu dalam hidup kita. Tapi, apa yang perlu kita lakukan ialah mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya dan semua kebutuhan kita akan ditambahkan kepada kita.

Jelaslah yang dikatakan dalam Injil, “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?” Kemudian diakhir ayat dikatakan, “Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Kekhawatiran bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan sebagaimana yang ditegaskan dalam Injil. Segala jenis kekhawatiran juga memiliki kesusahannya sendiri. Maka, apa yang dikatakan Yesus senantiasa menguatkan kita untuk menghadapi seluruh kekhawatiran itu dengan berupaya mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya telebih dahulu.

Oleh karena itu, hiduplah dalam iman yang teguh dan bersandarlah pada Tuhan dalam segala hal. Ketika kita memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan, segala yang kita inginkan akan ditambahkan kepada kita. Itulah cara terbaik yang dapat kita lakukan dalam menghadapi kekhawatiran dalam hidup. Kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan membiarkanNya memimpin hidup kita. Dengan begitu kita akan merasakan kedamaian dan kebahagiaan sejati dalam hidup.

(Fr. Valent Helyanan)

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berikanlah kami iman yang teguh agar kami selalu mengandalkanMu dalam segala kekhawatiran kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini