“IDENTITAS KERAJAAN ALLAH”: Renungan, Minggu 16 Juni 2024

0
936

HARI MINGGU BIASA XI (H)

Yeh. 17:22-24; Mzm. 92:2- 3,13-14,15-16; 2 Kor. 5:6-10; Mrk. 4:26-34

Ketika seorang memulai sesuatu akan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk melanjutkannya. Hal tersebut meliputi beberapa kemungkinan termasuk melupakannya. Semua hal di dunia ini memiliki potensinya masing-masing, bahkan di tengah keterbatasan baik itu benda hidup maupun benda mati pasti memiliki potensi untuk berubah. Manusia memang sering mengabaikan hal-hal yang sederhana. Baik itu sengaja maupun tidak sengaja, ketika itu merupakan hal yang terdengar kecil, bagi pemikiran beberapa orang pasti itu tidak akan berpengaruh bagi dirinya sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengemukakan ajaran yang berusaha Ia sederhanakan dengan pemikiran manusia. Suatu kerajaan yang besar bahkan ilahi, dijelaskannya dengan hal yang sangat sederhana: “seumpama biji sesawi”. Demikian Ia mengantar firman kepada para murid supaya mereka memahami bahwa dalam bentuk fisik Kerajaan Allah berawal dari biji yang sangat kecil namun berpotensi bertumbuh menjadi tanaman yang besar. Kerajaan Allah merupakan misteri ilahi yang berasal dari suatu hal yang kecil namun memiliki hal yang sangat besar secara mendalam. Yesus juga rela memberi contoh untuk merendahkan diri agar bisa menjadi contoh dan teladan yang setara dengan manusia.

Dengan menaruh perhatian pada kehendak Allah, secara tidak langsung kita dapat menyesuaikan diri dengan adanya Kerajaan Allah yang penuh misteri. Manusia merupakan makhluk ciptaan yang hina dan penuh keterbatasan, tetapi dianugerahkan pemikiran untuk memampukan diri supaya dapat menerima firman Tuhan yang dijelaskan secara sederhana seperti apa yang dikatakan Yesus. Demikian, manusia dapat melakukan begitu banyak perbuatan sederhana seperti halnya mendamaikan diri dengan lingkungan sekitar, seperti contoh: saling mendengarkan pendapat orang lain, menjaga kebersihan tempat sekitar, hingga terus berharap, mendengar dan menerapkan pesan-pesan baik yang Tuhan berikan. Semua hal kecil tersebut memiliki potensi berkembang bersama kehadiran Kerajaan Allah yang sejati.

(Fr. Nemesio Runtu)

“Ia memberitakan firman mereka sesuai dengan pengertian mereka” (Mrk. 4:33).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semakin sadar untuk menjadikan diri kami berkenan kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini