Hari Biasa, Pekan XI (H)
1Raj 21:17-19; Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; Mat 5:43-48
“Jika saya disakiti maka saya akan membalas lebih daripada itu.” Ungkapan ini tampak sederhana, namun menunjukkan bahwa manusia sedang tidak baik-baik saja. Alasannya karena budaya balas dendam lebih kental ketimbang budaya belas kasih. Hubungan harmonis antar manusia dapat terjalin sejauh si A memperlakukan si B dengan baik, atau sebaliknya. Jarang bahkan tidak pernah terdengar ada gerakan: “mengasihi meskipun dimusuhi; bersahabat kendati dikhianati.”
Mencintai musuh adalah hal yang sulit dan tidak biasa bagi manusia. Namun ini merupakan ajaran yang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya. Mengapa demikian? Karena itu adalah karakter Allah, Bapa dari semua manusia. Ia penuh kasih dan Maharahim. Meskipun manusia berdosa dan jahat di hadapanNya, tetapi Ia tetap mengalirkan pengampunan bagi mereka. Ia terus menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi siapa saja, baik yang berdosa maupun yang jahat. Sebagai anak-anak Allah, kita pun diharapkan melakukan hal yang serupa.
Dalam hidup ini kita pasti berjumpa dengan orang-orang yang memusuhi kita. Ada yang menusuk kita dari belakang; ada yang merampas hak kita; ada yang memfitnah kita; ada yang membuat usaha kita bangkrut; bahkan ada yang nekat bersekongkol dengan para penjahat untuk menganiaya kita. Berhadapan dengan mereka yang memusuhi kita itu apa yang harus kita buat. Menghukum? Membalas dendam? Atau, melawan mereka dengan cara yang lebih buruk lagi? Tidak. Hari ini Yesus bersabda, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka.”
Ajaran cinta kasih sangat berat bila dipraktikkan di masa sekarang yang dipenuhi dengan beragam persaingan. Pasti tidak ada yang mau mengalah dan berdoa bagi musuhnya. Tetapi sebagai orang beriman, hendaklah kita berusaha mengasihi mereka yang memusuhi kita. Kita tidak akan mendapatkan upah keselamatan apabila kita hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita. Hendaklah kita juga jangan mengorbankan diri sendiri dengan memelihara rasa sakit. Sebab hal demikian dapat membunuh hal-hal positif dalam hidup kita. Apakah kita mau binasa selama-lamanya dalam rasa sakit itu? Olehnya itu, berdoa bagi mereka yang memusuhi kita adalah cara yang paling berkelas untuk memulihkan rasa sakit dan membuat kita makin sempurna seperti Bapa kita yang ada di surga.
(Redaksi)
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:44).
Marilah berdoa:
Ya Allah, mampukanlah kami agar dapat mengasihi musuh-musuh kami. Amin











