“YESUS DAN ANAK KECIL”: Renungan, Sabtu 25 Mei 2024

0
947

Hari Biasa (H)

Yak. 5: 13-20; Mzm. 141:1-2, 3.8; Mrk. 10:13-16

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk kedalamnya (Mrk. 10:15)”. Demikianlah perkataan Yesus kepada para murid-muridNya. Dalam hidup setiap hari anak kecil adalah yang terakhir dalam struktur keluarga dan juga dalam masyarakat. Mereka tidak diperhitungkan, dianggap tidak produktif dan bahkan menuntut perhatian lebih dari orang-orang dewasa. Pada sisi lain, mereka sangat mudah untuk dieksploitasi dan ditindas karena ketidakberdayaan dan ketergantungannya pada orang-orang dewasa.

Yesus dalam bacaan Injil membiarkan anak-anak kecil datang kepadanya. Dalam perikop itu Yesus ingin meluruskan status sosial anak-anak kecil yang berlaku pada jaman itu dengan menegur murid-muridNya untuk tidak melarang mereka datang kepadaNya (Mrk 10: 14). Dengan demikian Yesus menempatkan martabat anak-anak kecil itu setara dengan orang-orang dewasa disekelilingNya. Suatu perwujudan kasih Yesus pada anak-anak kecil yang begitu dalam. Bahkan, Yesus menyatakan merekalah yang empunya Kerajaan Allah. Kebanyakan orang mengandalkan jasanya untuk memperoleh Kerajaan Allah, padahal Kerajaan Allah itu adalah karunia belaka. Selain membiarkan anak-anak kecil itu datang kepadaNya, Yesus juga menyambut dengan kasih sayang, memeluk dan memberkati mereka (Mrk 10: 16-17) yang melambangkan anugerah dan penerimaan Allah atas orang yang tidak berdaya dan tidak diperhitungkan.

Melalui bacaan Injil hari ini kita diingatkan dan diajak untuk merenungkan bagaimana Yesus begitu kasih sayang menerima dan menyambut anak-anak kecil yang dibawa kepadaNya dalam konteks hubungan mereka dengan Kerajaan Allah. Yesus mengajak kita semua untuk menjadi seperti anak-anak kecil dalam menyambut Kerajaan Allah (Mrk 10: 15). Setiap orang yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah harus datang kepada Allah dalam sikap sama seperti seorang anak datang kepada bapaknya yaitu siap menerima segala sesuatu dari Allah dengan hati yang sederhana dan penuh rasa terimakasih. Yesus mengambil seorang anak kecil, menempatkannya di tengah-tengah para muridNya, dan memeluknya sambil berkata, “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku”(Mrk 9: 37). Bersikap ramah dan menerima orang yang paling kecil dan diremehkan berarti menerima Yesus, Allah Bapa dan KerajaanNya.  Akan tetapi menjadi pertanyaan yang dapat kita renungkan adalah sudahkah saya/kita mempunyai sikap seperti anak kecil yang dimaksudkan dalam bacaan Injil hari ini?

“Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya”

 (Fr. Michael Tumundo)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga Roh Kudus senantiasa membimbing kami dalam perjalanan hidup ini. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini