“PENGHARAPAN!”: Renungan, Selasa 28 Mei 2024

0
724

Hari Biasa (H)

BcE 1Ptr 1:10-16; Mzm 98:1.2-3ab. 3c-4; Mrk 10:28-31.

Saudara yang terkasih, terkadang dalam hidup ini kita merasa tertutup oleh berbagai suara dunia yang bersaing untuk mendapatkan perhatian kita. Hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, tuntutan pekerjaan yang membebani, dan bahkan godaan dari tekanan sosial media seringkali membuat kita sulit untuk menemukan ruang untuk mendengar suara Allah yang memanggil kita. Namun, dalam kebisingan itu, suara-Nya tetap hadir, mengajak kita untuk menemukan panggilan-Nya dalam kehidupan kita.

Panggilan itu tidak selalu terdengar jelas dan nyaring. Kadang-kadang, panggilan Allah mungkin hadir dalam bentuk kecil dan halus, seperti rasa damai yang memenuhi hati kita saat kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, penting untuk diingat bahwa mengikuti panggilan sering kali membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan tidak pernah mudah, tetapi merupakan bagian integral dari hidup kita sebagai pengikut Kristus.

Dalam bacaan pertama, 1 Petrus 1:10-16, Rasul Petrus menyoroti pentingnya pengharapan yang kita miliki sebagai anak-anak Allah. Dia menyampaikan bahwa para nabi dalam Alkitab mencari dan meramalkan tentang keselamatan yang akan datang, tetapi tidak sepenuhnya memahami waktu atau detailnya. Namun, pengharapan yang kita miliki sekarang, melalui kasih karunia Allah yang telah dinyatakan kepada kita melalui Yesus Kristus, adalah nyata dan pasti. Ini memanggil kita untuk hidup dengan ketaatan dan kesucian, menyadari bahwa kita telah dipanggil dari kegelapan ke terang oleh Allah, dan kita dipanggil untuk menjadi kudus seperti Dia yang kudus.

Di sisi lain, dalam Injil Markus 10:28-31, Yesus mengajarkan tentang pengorbanan dan pahala bagi mereka yang meninggalkan segala sesuatu demi Dia dan Injil. Ketika Petrus menyatakan bahwa mereka telah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Yesus, Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang meninggalkan rumah, keluarga, atau harta yang tidak akan menerima balasan seratus kali lipat, baik dalam kehidupan ini maupun di masa depan yang kekal. Ini menunjukkan bahwa pengorbanan demi Kristus tidak pernah sia-sia, dan bahwa Allah memberikan pahala yang besar kepada mereka yang setia.

Dari kedua bacaan ini, kita bisa merenungkan bahwa sebagai orang percaya, kita hidup dalam panggilan untuk hidup kudus dan taat kepada Allah, sambil menempatkan pengharapan kita sepenuhnya pada anugerah keselamatan yang telah kita terima melalui Yesus Kristus. Kita juga diingatkan akan pentingnya pengorbanan dalam mengikuti Kristus, dan bahwa setiap pengorbanan untuk-Nya akan dibalas dengan berlimpah baik dalam kehidupan ini maupun di kehidupan yang akan datang. Oleh karena itu, kita diajak untuk hidup dengan penuh keberanian dan keyakinan, menjalani panggilan kita dengan penuh kasih, kesetiaan, dan harapan yang teguh dalam Kristus.

(Fr. Rifaldo Ulag)

“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus” (1Ptr. 1: 13).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, anugerahkanlah setiap orang pengharapan yang teguh akan kasih-Mu, agar mereka tetap setia dan melayani-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini