“NILAI KEMURIDAN TINGGI”: Renungan, Sabtu 04 Mei 2024

0
776

Hari Biasa V Paskah (P)

Kis. 16:1-10; Mzm.100:1-2,3,5; Yoh.15 :18-21.

Yesus mengajarkan kepada kita untuk mencintai. Meskipun begitu, tidak ada jaminan bahwa jika kita mencintai, kita akan dicintai. Seperti pepatah mengatakan “Air susu dibalas air tuba”. Terkadang cinta kita yang tulus dijawab dengan kebencian, cacian, dan hinaan. Namun, hal itu tidak boleh menghalangi semangat kita. Jika kita hanya mencintai orang-orang yang mencintai kita, apakah bedanya sikap kita dengan sikap orang lain yang tidak mengenal Allah? Di mana letak keunggulan menjadi murid Yesus?

Yesus mengajarkan kepada kita agar kita tidak menyerupai dunia yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kita hidup di dunia ini tetapi tidak bersumber dari dunia ini. Kita berada di dunia namun kita bukanlah milik dunia. Kita tidak berada di bawah atau di atas dunia tetapi kita menghadapi dunia ini. Kita mau mengubah dunia karena Yesus telah menebus dan memberikan kita kehidupan baru.

Kehidupan baru ini membuat kita mencintai seperti Yesus yang telah mati dan bangkit. Ajaran Yesus diberitakan kepada banyak orang di berbagai daerah. Paulus, sebagai rasul, berkeliling dan memberitakan kasih Kristus. Melalui perjalanannya ke Makedonia, Paulus menyebarkan Injil sampai ke Eropa. Cinta tanpa pamrih dan kerasulan Paulus membuat banyak bangsa mengenal Kristus. Kini, cinta kasih Kristus harus kita siarkan ke seluruh dunia.

(Fr. Yohanis Rangkoly)

“…Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia…” (Yoh. 15: 19)

Marilah berdoa:

Ya, Tuhan Berilah Roh Cinta-Mu agar kami mampu mencintai semua orang. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini