“KEBUTAAN ROHANI” : Renungan, Kamis 30 Mei 2024

0
604

Hari biasa (H)

1Ptr. 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk. 10:46-52

Melihat adalah anugerah yang indah. Dengan melihat, kita dapat menemukan sesuatu, mengerti sesuatu, mengagumi sesuatu, dan bahkan membenci sesuatu. Melihat menjadi simbol kekuatan, karena dengan melihat orang dapat melakukan sesuatu.

Hari ini kita merenungkan kisah Yesus menyembuhkan Bartimeus. Kisah yang cukup popular dalam Kitab Suci yang menceritakan bagaimana Bartimeus berusaha sekuat tenaga agar menarik perhatian Yesus supaya dapat disembuhkan. Dengan penuh iman dan keyakinan Bartimeus berani berseru “Yesus Putra Daud Kasihanilah aku”. Walau ditegur oleh banyak orang, Bartimeus tetap teguh dan kokoh bahkan lebih keras berteriak. Dengan perkataan “Rabuni, supaya aku dapat melihat”, Yesus pun menyembuhkan Batimeus.

Dalam hidup, kita seringkali menjadi buta dalam iman. Kita seringkali lupa akan Tuhan. Bartimeus menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya kita bersandar pada kasih Tuhan yang menyelamatkan. Bartimeus menunjukkan juga sikap yang pantang menyerah supaya dapat bertemu dengan Tuhan. Namun, kita seringkali tidak seperti Bartimeus. Keberanian, tekad dan semangat dari Batimeus dapat menjadi acuan bagi kita. Jika kita jatuh dalam dosa dan berada dalam kebutaan rohani, kebutaan yang mengaburkan kasih Tuhan dalam hidup, berserulah kepada Tuhan berulang-ulang kali, sama seperti Bartimeus yang yakin bahwa Tuhan akan menyembuhkan kita.

Janganlah kita cepat patah semangat jika Tuhan belum mendengarkan seruan kita. Berserulah berulang-ulang kali memohon berkat dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita dengan yakin dan penuh iman. Nisyaca Tuhan akan mendengarkan seruan kita. Belajarlah dari Bartimeus yang dengan yakin dan tidak patah semangat berseru pada Tuhan.

(Fr. Federicoh Karundeng)

“Tanya Yesus Kepadanya: “apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu:”Rabuni, supaya aku dapat melihat” (Mrk. 10:51).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sembuhkanlah kami dari kebutaan rohani. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini