“KASIH DAN KESETIAAN”: Renungan, Jumat 17 Mei 2024

0
1011

Pekan VII Paskah (P)

Kis 25:13-21; Mzm. 103: 1-2. 11-12. 19- ab; Yoh 21:15-19

Seorang filsuf asal jerman bernama Erich Fromm mengatakan bahwa tindakan mencintai pasti terdapat pengorbanan diri. Selain itu, tindakan mencintai juga senantiasa memerlukan apa yang namanya kesetiaan. Dengan begitu, seseorang yang mencintai mampu mewarisi kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang kepada objek yang dicintai. Hal ini mau mengingatkan bahwa hakikat manusia adalah saling mencintai dan menumbuhkembangkan kesetiaan.

Dalam bacaan Injil Hari ini kita dapat menyaksikan bagaimana pertemuan yang intim antara Yesus dan Petrus setelah kebangkitanNya. Yesus bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka?” Tiga kali Yesus bertanya, tiga kali Petrus memberikan jawaban yang sama, dan tiga kali pula Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Pertanyaan-pertanyaan ini menggugah hati Petrus dan menguji kasih serta kesetiaannya kepada Tuhan. Hal serupa juga ditunjukkan oleh Rasul Paulus dalam bacaan pertama. Paulus merupakan seorang yang ditakdirkan untuk menghadapi berbagai macam cobaan dan penolakan dalam pelayanannya. Meskipun dihadapkan dengan situasi demikian, ia tetap memperlihatkan keteguhan dan kesetiaannya pada Tuhan lewat kesaksiannya.

Kedua bacaan ini hendak mengajarkan kita tentang pentingnya kasih dan kesetiaan dalam kehidupan umat beriman. Kasih kepada Tuhan haruslah menjadi fondasi dari segala-galanya, seperti yang Yesus ajarkan kepada Petrus. Kasih yang tulus dan setia kepadaNya memotivasi kita untuk melayani sesama dengan penuh kasih, seperti yang diminta Yesus kepada Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Kesetiaan juga menjadi hal yang krusial dalam hidup beriman, seperti yang ditunjukkan oleh Paulus. Meskipun dihadapkan pada cobaan dan perlawanan yang hebat, Paulus tetap teguh dalam kesaksiannya. Dia tidak pernah ragu-ragu untuk menyatakan kebenaran Injil, bahkan dalam menghadapi penganiayaan atau bahaya sekalipun.

Dalam kehidupan setiap hari, marilah kita meneladani kasih dan kesetiaan yang ditunjukkan oleh Petrus dan Paulus. Mari kita renungkan sejauh mana kita telah mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan sejauh mana kita tetap setia kepadaNya, bahkan di tengah-tengah cobaan dan tantangan dalam hidup. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan keberanian dalam mewartakan Injil, berlandaskan kasih dan kesetiaan.

“… Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” (Yoh. 21:15)

(Fr. Tomas Tawurutubun)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, anugerahkanlah kami kasih dan kesetiaan yang besar ketika kami menghadapi tantangan dalam hidup. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini