Hari Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2, 3-4a, 4b-5; Yoh. 15:1-8
Ada seorang petani memiliki kebun anggur yang subur dan ia mengurusinya dengan penuh kasih. Setiap hari, ia memperhatikan ranting-ranting anggurnya agar tetap terhubung dengan pokok anggur yang kuat. Ketika musim panen tiba, ia melihat bahwa hanya ranting-ranting yang tetap terhubung dengan pokok anggur yang menghasilkan buah yang lebat. Petani itu kemudian memotong ranting-ranting yang tidak menghasilkan buah, namun membersihkan dan merawat dengan baik yang berbuah. Dengan begitu, hasil panen menjadi melimpah dan memuaskan hati petani.
Hal yang sama juga dikisahkan dalam Injil hari ini, ketika Yesus menyatakan bahwa diriNya adalah pokok anggur. Ia mau menjelaskan suatu hubungan yang sangat dalam dan bermakna antara Dia dan murid-muridNya. Kebun anggur itu menjadi bukti nyata tentang pentingnya tetap terhubung dengan sumber kehidupan, seperti hubungan kita dengan Kristus yang memberikan kekuatan rohani dan membawa kebahagiaan sejati. Dengan menggunakan gambaran anggur dan pokok anggur, Dia menggambarkan bagaimana hubungan yang hidup dengan Dia adalah kunci keberhasilan dan keberbuah dalam kehidupan rohani. Yesus menggambarkan diriNya sebagai pokok anggur yang benar dan para muridNya sebagai ranting-ranting yang terhubung denganNya. Dalam perumpamaan ini, Yesus melukiskan bahwa tanpa keterhubungan denganNya, kita tidak akan mampu menghasilkan buah rohani yang berarti. Seperti pokok anggur memberi kehidupan dan sumber nutrisi kepada ranting-ranting, demikianlah Yesus memberikan kehidupan dan kekuatan rohani kepada kita.
Hal ini sangat jelas mengingatkan kepada kita semua bahwa kita harus tetap terhubung dengan Yesus sebagai sumber kehidupan kita. Yesus mengatakan, “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yohanes 15:5). Ini mau menunjukkan bahwa pentingnya hidup dalam persekutuan dengan Kristus melalui doa, sabda, sakramen, dan persekutuan dengan sesama umat Kristiani. Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk hidup dalam hubungan yang erat dengan Kristus, menimba kekuatan dan inspirasi dari Dia untuk menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan kita. Ini mengingatkan kita untuk selalu berada di dalam kasihNya, hidup dalam ketaatan kepadaNya, dengan melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Dengan demikian, kita akan mengalami sukacita yang sejati dan kepuasan yang hanya dapat ditemukan dalam keterhubungan yang dalam dengan Pokok Anggur yang sejati, Yesus Kristus. Tanpa keterhubungan yang erat dengan Kristus, kita tidak dapat menghasilkan buah-buah kebaikan.
(Fr. Silvianus F. Bentalen)
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu (Yoh. 15:4a)”
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, bimbinglah kami selalu, dan jangan biarkan kami terpisah dari kasih-Mu. Amin











