HARI MINGGU PASKAH VI (P)
Kis.10:25-26,34-35,44-48; Mzm.98:1,2-2ab,3cd-4; 1Yoh.4:7-10; Yoh.15:9-17
“Biarkanlah kurasakan hangatnya sentuhan kasihmu, bawa daku penuhiku, berilah diriku kasih putih dihatiku”. Penggalan lirik diatas diambil dari lagu berjudul ‘Kasih Putih’ yang dirilis tahun 2000 silam. Lagu ini diciptakan oleh Yovie Widianto dan dinyayikan serta dipopulerkan oleh musisi Glenn Fredly. Lirik lagu menceritakan dan menggambarkan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta dan memiliki asmara yang menggebu-gebu. Namum, sang penyanyi, Glenn, sering memaknai lagu ini sebagai sarana untuk menebarkan kasih sesama umat manusia.
Yesus hari ini memberikan perintah kepada murid-muridnya untuk mengasihi seorang akan yang lain. Perintah ini didasarkan pada realitas kasih ilahi, dimana Allah mengutus Putra-Nya yang terkasih kepada manusia untuk mengalami kasih-Nya. Allah yang tidak kelihatan, dari kelimpahan cinta kasih-Nya menyapa manusia sebagi sahabat-sahabat-Nya dan bergaul dengan mereka, untuk mengundang mereka ke dalam persekutuan dengan diri-Nya dan menyambut mereka di dalamnya.
Sebagai sahabat Allah, manusia dipanggil untuk hidup dalam persekutuan kasih. Hidup dalam kasih berarti hidup sesuai dengan perintah dan kehendak Allah sendiri. Secara nyata, ketaatan Yesus terhadap perintah dan kehendak Bapanya, telah membawaNya pada kehidupan kasih sejati. Dimana Yesus telah memberikan diri untuk menyelamatkan manusia lewat sengsara, wafat dan kebangkitanNya. Kasih Yesus dalam pengorbannya telah menghasilkan buah, yakni sukacita di surga dan di dalam bumi, atas keselamatan umat manusia.
Ketaatan pada perintah dan kehendak Allah merupakan langkah awal untuk hidup dalam kasih. Ketaatan yang sedemikian akan mendorong dan menghantar manusia untuk secara nyata mengamalkan kasih itu dalam tindakan untuk mengasihi orang lain. Tindakan mengasihi, mensyaratkan sebuah pengorbanan. Pengorbanan itu dapat berbentuk waktu, tenaga, pikiran, materi dan bahkan nyawa sekalipun. Jangan takut untuk berkorban, sebab buah kasih, yakni sukacita yang akan penuh dalam diri dan jauh melampaui semua pengorbanan dalam tindakan kasih.
Sebagai sahabat Yesus: hiduplah dalam kasih seorang dengan yang lain. Biarkanlah sesama merasakan hangatnya sentuhan kasih, bawa mereka kepada kasih, penuhi mereka dengan kasih, berilah kasih putih di dalam hati mereka.
(Fr. Theofilus Pontoh)
“Inilah perintahKu kepdamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh. 15:17)
Marilah berdoa:
Ya Allah, ajar dan mampukan kami untuk melaksanakan perintah dan kehendakMu. Amin.











