Hari Biasa Pekan III Paskah (P)
Kis. 8: 26-40; Mzm 66: 8-9, 16-17, 20; Yoh 6: 44-51.
Di sebuah desa hiduplah seorang petani yang memiliki berhektar-hektar tanah dengan berbagai jenis tanaman yang ditanam. Namun tanah tersebut begitu gersang dan mengakibatkan tanamannya mulai layu dan mati sehingga harus dibutuhkan sumber air untuk mengairi dan menyuburkan tanah dan tanaman-tanaman tersebut. Ketika dalam kebingungan dan keputusasaan, datanglah seorang sahabatnya dan memberitahu bahwa ada sumber air terdekat yang dapat memberi kesuburan untuk tanah dan tanaman-tanamannya. Petani tersebut mempercayai sahabatnya dan mengikuti petunjuk yang diberikan untuk menemukan sumber air yang dimaksudkan dan ia pun menemukan sumber air tersebut yang akan digunakan untuk kesuburan tanah dan tanamannya.
Pada hari ini bacaan-bacaan Kitab Suci mengajak dan mengajarkan kita semua untuk percaya kepada Yesus Kristus yang adalah sumber hidup yang kekal. Dalam bacaan pertama dikatakan ungkapan seorang Etiopia ketika ditanyai Filipus tentang kepercayaannya kepada Yesus. Maka dengan penuh keberanian dia mengatakan bahwa: “Saya percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah”. Maka ia pun dibaptis oleh Filipus dan mengimani Yesus sebagai Putera Allah yang hidup. Hal yang sama juga ditegaskan oleh penginjil Yohanes: “Aku berkata kepadamu, barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.”
Baik bacaan pertama dan bacaan Injil, keduanya tidak mengungkapkan kata-kata kosong tanpa arti dan makna tetapi itulah ungkapan iman sekaligus undangan bagi setiap orang untuk menemukan dan memperoleh kehidupan kekal melalui kepercayaan kepada Yesus yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kita semua.
Melalui kepercayaan yang teguh kepada Yesus, kita memberikan diri dan hidup kita serta membiarkanNya memimpin, menuntun dan menyertai hidup kita. Semua ini mengungkapkan bahwa kita tidak pernah sendirian, karena Yesus selalu beserta kita, Ia memberikan kekuatan, penghiburan, pengharapan dan kebahagiaan yang istimewa kepada kita. Di dalam-Nya kita semua menemukan sukacita, kedamaian dan kasih yang tak terhingga.
Marilah kita dengan hati yang tulus, keyakinan dan kepercayaan yang didasari atas cinta dan pengahrapan, terus mempercayakan hidup kita dan semua yang kita alami kepada Kristus dengan selalu mengikuti-Nya dan melakukan semua yang dikehendakiNya. Maka, pada akhirnya, kita akan menemukan sumber air hidup dan memperoleh kehidupan yang kekal bersama Yesus karena Dia akan menyelamatkan kita semua.
Fr. Marko Ngilawan
“Aku berkata kepadamu, barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal” (Yoh. 6: 47).
Marilah berdoa:
Ya Yesus, tambahkanlah iman kepercayaan kami akan Engkau. Amin











