Rabu Dalam Oktaf Paskah (P)
Kis 3:1-10; Mzm 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk 24:13-35.
Pada Hari Rabu dalam Oktaf Paskah, kita masih berada dalam atmosfer sukacita perayaan Paskah, memuliakan kebangkitan Tuhan. Dalam kegembiraan ini, kita dipanggil untuk menjadi teman seperjalanan bagi sesama, membawa terang Kristus kepada mereka yang kita temui.
Dalam bacaan pertama, kita menyaksikan kekuatan penyembuhan Kristus melalui tindakan Petrus dan Yohanes. Mereka menyembuhkan seorang lumpuh di pintu Bait Allah, mengingatkan kita bahwa dalam kebangkitan Kristus terkandung kuasa penyembuhan bagi segala luka dan kesulitan hidup kita.
Kisah perjumpaan dua murid dengan Yesus di Emaus menggambarkan betapa Kristus hadir di tengah-tengah kita, meskipun terkadang tanpa kita sadari. Melalui perbincangan dan pemecahan roti, mata mereka terbuka dan mereka mengenalNya. Kristus hadir sebagai teman dan panduan setia dalam kehidupan kita sehari-hari.
Hari ini kita diajak untuk tetap mengingat Tuhan dalam setiap perjalanan dan kesakitan kita. Tuhan menunjukkan bahwa ia sebenarnya selalu hadir sebagai teman seperjalanan, meski kadang kita tak mengenaliNya. Iman akan Kristus sebagai teman seperjalanan, akan selalu dapat menarik kita untuk bangkit dari setiap kesakitan dan penderitaan.
Setelah bangkit, kita pun diajak Tuhan untuk menghadirkan ‘Dia’ bagi sesama kita, mengulurkan tangan kita, meyalurkan Rahmat Tuhan dan menjadi teman perjalanan bagi sesama kita, seperti Petrus dan Yohanes.
Semoga kita senantiasa dapat bangkit dan menjadi teman seperjalanan bagi sesama di mana pun kita berada. Sehingga di akhir kehidupan nanti, sesama kita dapat dengan “tulus” mengucapkan: “Hati-hati di jalan”, dan para kudus menanti kita di ujung jalan. Tuhan mencintai kita semua.
(Fr. Gino Wuisan)
“Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu dan membantu ia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu” (Kis. 3:7).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, jadilah selalu teman seperjalanan kami di dunia ini. Amin.











