Hari Biasa Pekan III Paskah (P)
BcE. Kis 9:31-42; Mzm 116:12-13, 14-15, 16-17; Yoh 6:60-69
Bacaan Injil hari ini menampilkan dua sikap berbeda dari orang-orang atau para murid yang mengikuti Yesus. Pertama, para murid yang menganggap perkataan Yesus terlalu keras dan tidak sanggup untuk dilaksanakan, sehingga memilih untuk mengundurkan diri. Kedua, para murid yang menerima perkataan Yesus dengan hati terbuka dan memahami perkataan Yesus itu sebagai perkataan hidup dan kekal. Kelompok murid yang kedua inilah kedua belas rasul yang tidak mau pergi setelah Yesus mewartakan tentang roh dan hidup.
Dalam hidup sebagai orang Katolik, seringkali dijumpai situasi yang sama seperti dua kelompok dalam Injil hari ini. Ada orang yang berlaku setia dan ada orang yang berlaku tidak setia terhadap pewartaan Yesus. Pertanyaan Yesus kepada kedua belas rasul “apakah kamu tidak mau pergi juga? » menjadi sebuah bukti bahwa Yesus menguji para rasul apakah mereka sama seperti murid lain yang setelah mendengar pewartaan yang keras, memilih untuk mengundurkan diri dan tidak lagi menjadi murid. Ajaran dan pewartaan Yesus terkadang keras dan membuat orang tidak mampu untuk berlaku setia terhadap ajaran Yesus. Jawaban dari Petrus tentang pewartaan Yesus yang adalah perkataan hidup yang kekal menunjukkan bagaimana Petrus begitu memahami dan mengenal siapakah Yesus itu, sehingga ia berani mengatakan bahwa Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup.
Kita pun sebagai orang Katolik yang percaya akan ajaran dan perwartaan Yesus harus selalu menampilkan sikap yang sama seperti Petrus dan kesebelas murid lainnya. Ajaran yang keras dan terkadang tidak mengenakan hati sebenarnya memiliki maksud yang jelas yaitu tentang keselamatan. Yesus sendiri mengatakan kepada para murid, “perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup”. Tetapi sebagai manusia kita terkadang tidak mengikuti perkataan dan kehendak Yesus, karena tidak memahami secara baik maksud dan juga dipengaruhi oleh keinginan dan kenikmatan duniawi semata. Hawa nafsu membuat pikiran dan perasaan kita menjadi tumpul akan segala firman dan perintah Yesus. Apa lagi dunia sekarang menawarkan begitu banyak kenikmatan sesaat yang menggelapkan iman dan budi hati kita. Tentunya hal ini menjadi sebuah tantangan besar yang perlu dihadapi dan diatasi dalam dunia sekarang ini.
Fr. Yeremias Tawurutubun
« Jawab Simon Petrus kepada-Nya: Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal » (Yoh. 6:68).
Marilah berdoa:
Tuhan, bantulah kami agar dapat menjadi umat-Mu yang selalu memelihara dan melaksanakan sabda-Mu dalam hidup kami. Amin.












Taat kepada hukum Allah merupakan perintah yang harus ditaati oleh seluruh bangsa IsraeI tanpa terkecuali, jika melanggar maka akan dihukum. Demikian juga bagi para pengikutnya sampai hari ini.