Hari Biasa Pekan III Paskah (P).
Kis. 7:51- 8:1a; Mzm. 31:3cd,4,6ab,7b,8a,17,21ab; Yoh. 6:30-35
Dalam kehidupan, setiap orang pasti tidak bisa terlepas dari makanan dan minuman. Mengapa manusia tidak bisa terlepas dari makanan dan minuman karena hal tersebut adalah kebutuhan jasmani manusia. Sehingga dengan cara apapun, kebutuhan itu harus dipenuhi. Namun, semuanya itu sifatnya jasmani atau sementara saja di dunia ini.
Dalam Injil hari ini Yesus memberikan sebuah pengajaran mengenai roti hidup yang tidak akan pernah habis seperti makanan jasmani yang kita makan setiap saat. Yang dimaksudkan mengenai roti hidup itu adalah Yesus sendiri. Yesus berkata: “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Yesus menggambarkan diriNya sebagai santapan rohani yang hendak memberikan kepada manusia hidup kekal. Yesus menegaskan bahwa roti hidup adalah diriNya sendiri yang siap diberikan dan dibagi-bagikan kepada semua orang agar mereka memiliki hidup kekal. Yesus sendiri yang adalah roti hidup itu secara nyata tampak dalam perayaan Ekaristi di mana kita menyambut Tubuh dan DarahNya yang memberikan kepada kita kekuatan dan kesegaran yang baru.
Dalam koteks bacaan pertama hendak dikisahkan kepada kita semua mengenai Stefanus yang dihukum karena bersaksi tentang kebenaran akan Yesus Kristus. Dalam kehidupan kita sebagai umat beriman hendaklah kita tidak hanya berusaha mencari makanan dan minuman yang bersifat jasmani saja melainkan kita juga berani datang dan mengikuti perayaan Ekaristi serta menyambut Tubuh dan DarahNya yang adalah makanan rohani serta berani juga bersaksi tentang Yesus kepada banyak orang.
Dalam pengajaranNya Yesus hendak menunjukkan kepada kita bahwa tujuan hidup manusia bukan hanya bergantung pada makanan dan minuman yang bersifat jasmani dan sementara, melainkan hendaklah kita terus mencari makanan yang memberi hidup kekal bagi diri kita sendiri. Yesus telah memberikan kepada kita semua Tubuh dan DarahNya yang kudus untuk kita santap. Tubuh dan DarahNya itu merupakan makanan dan minuman yang akan membuat kita tidak akan lapar dan haus lagi.
Fr. Louis Sainyakit
“Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh, 6:35)
Marilah berdoa:











