“SADARILAH DAN BERSAKSILAH”: Renungan, Minggu 14 April 2024

0
1382

Hari Minggu Paskah III (P)

Kis. 3:13-15, 17-9; Mzm. 4:2,4,7,9; 1Yoh. 2:1-5a; Luk. 24:35-48.

Kita berada pada hari minggu Paskah yang ketiga. Makna dari Kebangkitan Yesus semakin memberi kita semangat dalam menjalani hidup sebagai pengikut-Nya. Peristiwa Kebangkitan juga memiliki makna tersendiri bagi para murid yang pernah mengikuti perjalanan kenabian dari Yesus sebelum Ia mengalami sengsara, wafat, dan kemudian bangkit untuk mengalahkan kuasa maut.

Bacaan pertama mengajak kita untuk merenungkan bagaimana memaknai karya keselamatan yang Allah kehendaki bagi umat manusia melalui kehadiran Yesus Putera-Nya yang menyerahkan nyawa-Nya demi penebusan dosa-dosa manusia. Rasul Petrus sudah mengatakan kepada orang-orang Israel yang berkumpul di Serambi Salomo bahwa lewat peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan dari Yesus, Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan para nabi-Nya bahwa Mesias harus menderita. Maka dengan jalan ini, kita semua sebagai pengikut Kristus harus dapat menyadari tindakan dan perkataan yang keluar dari diri kita dan mengarahkan diri pada pertobatan yang sejati.

Mengapa kita harus sadar diri dan bertobat? Keduanya harus kita lakukan agar supaya apa yang dilakukan oleh Yesus dan dialami oleh para murid dalam peristiwa yang terdapat dalam bacaan Injil hari ini tidak hanya menjadi peristiwa yang sia-sia. Dua orang murid yang sedang dalam perjalanan ke Emaus sungguh mengalami melihat Yesus yang sudah bangkit dan sejak melihat Ia memecah-mecahkan roti, mereka menjadi percaya. Atas pengalaman itu, mereka dimampukan untuk menceriterakan kepada murid yang lain tentang apa yang sudah mereka lihat. Inilah perjalanan kesaksian yang sesungguhnya sebagai pengikut Kristus. Sebagai bagian dari murid-murid Yesus, kita harus mampu untuk menjadi saksi atas apa yang telah kita lihat dan alami dari peristiwa kebangkitan Yesus.

Menjadi saksi untuk mewartakan karya penebusan yang dilakukan Yesus bukanlah perkara yang mudah. Manusia amat sulit untuk keluar dari dalam dirinya yang lama dan menuju pada pertobatan yang sungguh berasal dari dalam hatinya. Hati manusia lebih memilih untuk berpaling pada hal-hal duniawi ketimbang menyadari bahwa kehidupan yang ia peroleh di dunia ini adalah bagian dari penebusan Yesus di kayu salib. Mulai hari ini marilah kita menyadari kelemahan yang ada di dalam diri kita, melihat sabda Tuhan sebagai sumber keselamatan bagi diri kita, dan mulai membangun kembali kerapuhan diri agar kita bisa menjadi saksi Kristus yang sungguh menyadari karya keselamatan Allah bagi dunia ini.

Fr. Marcelino Ronaldo

“Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa” (Yoh. 24:47).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bukalah hati dan pikiran kami agar dengan sadar kami dapat menjadi pewarta kebangkitan Yesus putera-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini