Pw S. Elisabet dr Hungaria, Biarw (P).
Kis. 8 :1b-8; Mzm 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40.
Makanan jasmani dapat mengenyangkan kita tetapi hanya bersifat sesaat dan pada akhirnya kita merasa lapar lagi. Hal itu hanya bersifat jasmani atau sementara saja. Namun, sebagai manusia, kita juga dituntut agar dapat mencari makanan yang bersifat sementara itu. Hal itu wajar dan penting karena ada istilah “kerja baru makan”. Maka kita perlu kerja untuk memperoleh apa yang kita butuhkan dalam kehidupan kita.
Yesus sangat mencintai manusia dan Ia nyatakan kepada kita seperti yang ditampilkan dalam injil Yohanes. Ia mengundang kita untuk menerima dan menyantap makanan yang tidak dapat binasa melainkan makanan yang bertahan sampai kepada kehidupan yang kekal. Hal ini ditunjukkan oleh Yesus agar kita mengerti bahwa tujuan hidup manusia tidak hanya bergantung pada makanan dan minuman jasmani saja. Makanan yang ditawarkan oleh Yesus disebut “Roti Hidup”. « Akulah Roti hidup » merujuk pada pengertian bahwa diriNya bersifat ilahi, terang dunia, pintu, gembala baik, dan jalan kebenaran. Roti hidup yang kita terima harus berlandaskan kepada iman seperti apa yang dikatakan Yesus “sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman”.
Roti hidup bersifat kekal. Karena itu, ketika kita menerima dan menyantapnya, kita akan memperoleh rahmat dan disegarkan kembali bahwa Yesus hadir dalam tubuh kita, dan Yesus menyatu dengan tubuh kita. Dengan kehadiran Yesus itu, kita semua kemudian diberikan tugas untuk berani memberikan kesaksian seperti apa yang ditampilkan dalam bacaan pertama.
Hari ini kita juga memperingati Santa Elisabeth dari Hungaria. Ia adalah seorang pribadi yang baik dan rendah hati. Imannya kepada Kristus yang luar biasa membawa ia pada sikap kasih yang setia melayani orang miskin, mengobati orang sakit dan menjual semua hartanya untuk keselamatan orang lain. Mari kita meneladani sosok santa Elisabet yang tidak hanya percaya Yesus sebagai roti hidup yang membawa keselamatan tetapi dengan iman itu ia melaksanakan apa yang diajarkan oleh Yesus dengan pelayanannya yang luar biasa.
Fr. Wandelinus Gleko
“Akulah roti hidup barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh. 6:35).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk dapat menyadari dan tepat memilih apa yang penting dan utama dalam kehidupan kami yang pada akhirnya membawa kami kepada keselamatan-Mu. Amin











